Ceramah Agama Hiasi Ramadhan di MS Banda Aceh | (31/7) - Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
  1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Ceramah Agama Hiasi Ramadhan di MS Banda Aceh


Banda Aceh | bandaaceh.ms-aceh.go.id

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” (Albaqarah: 183).

Berpuasa di bulan suci ramadhan merupakan perwujudan dari salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh ummat muslim di belahan bumi ini. Pelaksanaan puasa itu sendiri dilakukan dengan menahan diri dari godaan hal-hal yang membatalkan puasa, baik itu yang bersifat godaan badaniah maupun rohaniah.

Dalam rangka mengisi bulan suci ramadhan dengan amalan-amalan yang baik dan meningkatkan pengetahuan agama dan keimanan, sebagaimana juga telah berjalan di tahun-tahun sebelumnya, MS Banda Aceh menghiasi bulan suci ramadhan dengan ceramah agama yang dilaksanakan setelah shalat dhuhur berjamaah di mushalla kantor MS. Banda Aceh.

Panitia Hari Besar Islam (PHBI) MS. Banda Aceh, telah menjadwalkan sejumlah nama penceramah dari Hakim-Hakim di lingkungan MS. Banda Aceh dengan reputasi yang sangat membanggakan untuk memberikan pencerahan dan suntikan spiritual kepada jama’ah shalat dhuhur di mushalla kantor MS. Banda Aceh. Ceramah agama ini langsung dimulai pada 1 Ramadhan 1434 Hijriah, bertepatan pada hari Rabu 10 Juli 2013.

Hari pertama Ramadhan diisi oleh Bpk. Drs. Yusuf, beliau mengambil tema tentang ikhlas dalam beribadah dan melakukan amal-amal shaleh. Beliau menekankan pentingnya ikhlas dalam beramal, yaitu dengan memurnikan tujuan hanya untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, karena ikhlas juga merupakan salah satu syarat untuk diterimanya ibadah. Dengan ikhlas, beban kerja atau masalah seberat apapun akan terasa ringan kalau sudah tertanam sifat ikhlas dalam jiwa kita. Ceramah yang banyak mengutip ayat, hadits serta dibumbui dengan lelucon-lelucon itu membuat jama’ah antusias mendengarkannya bahkan tidak ada yang beranjak dari tempat duduknya sampai ceramah berakhir. (Iz)

Add comment

Security code
Refresh

Login Pengguna

Statistik Pengunjung

3079574
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Bulan lalu
Semua waktu
5822
69841
1706467
1373107
3079574

IP Anda: 54.81.163.254
Server Time: 2014-10-23 01:33:41

 

 

Pembaruan MA