Hati-hati terhadap Akun Palsu Sekretaris MA di Facebook

Jakarta l Badilag.net
Anda pengguna situs jejaring sosial Facebook dan berteman dengan akun Nurhadi Hadi yang mengaku sebagai Sekretaris Mahkamah Agung RI? Jika iya, Anda perlu menyimak satu peringatan penting yang baru saja dikeluarkan Sekretaris MA Nurhadi.
“Akun Facebook tersebut adalah palsu dan bukan dikendalikan ataupun dimiliki oleh Nurhadi baik selaku Sekretaris Mahkamah Agung RI ataupun selaku pribadi,” tulis Nurhadi, dalam surat tertanggal 3 April 2012.
Dalam surat itu, Nurhadi meminta para ketua pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding untuk meneruskan pemberitahuan ini kepada seluruh jajarannya.
“Karena terdapat indikasi akun Facebook tersebut dipergunakan untuk tindakan penipuan,” tandas Nurhadi.
Berdasarkan pantauan badilag.net, akun abal-abal ini dibuat pada pertengahan Januari 2012. Hingga berita ini dibuat, akun ini telah memiliki 340 teman.
Si pembuat akun menyatakan dirinya menjabat Sekretaris Mahkamah Agung RI, tinggal di daerah Khusus Ibukota Jakarta, berasal dari Kabupaten Jember dan lahir pada tanggal 13 Maret.
Agar lebih meyakinkan, si pembuat akun palsu ini sengaja memampang foto asli Nurhadi sebagai profil picture.
Sejak akun ini dibuat, terlihat jarang sekali si pembuat akun menulis sesuatu di wall-nya. Tercatat hanya dua kali ia menulis status dan sekali memberikan tanggapan. Aktivitas yang paling sering dilakukannya adalah menambah teman.
Yang menarik, bulan lalu, banyak teman akun palsu ini memberikan ucapan selamat ulang tahun. Sebagian di antara mereka adalah warga peradilan agama.
Bukan yang pertama
Akun palsu di Facebook yang mencatut nama Sekretaris MA bukan hanya muncul sekali ini saja. Sebelumnya, saat Sekretaris MA dijabat Rum Nessa, suda ada akun serupa. Bahkan, saat itu akun palsu Rum Nessa beberapa kali memakan korban.
“Ada lagi rekan yang tertipu mengirim 15 juta ke akun ini dengan janji akan dimutasi. Sudah cukup korban yang ada, jangan ditambah lagi,” demikian pengakuan seorang warga peradilan di sebuah Grup Facebook.
Setelah dicermati, ternyata pihak tertentu yang membuat akun di Facebook dengan memakai nama dan foto Rum Nessa. Nama jabatan pun disebutkan.
Nah, rupanya banyak pengguna Facebook yang percaya begitu saja. Mereka berlomba-lomba ingin jadi teman. Setelah berteman, si pembuat akun pun menjalankan aksinya.
Modus penipuan biasanya berupa iming-iming akan dimutasi ke pengadilan tertentu atau dijanjikan lulus dalam seleksi calon hakim/CPNS dengan menyetor sejumlah uang. Karena percaya begitu saja, beberapa orang akhirnya jadi sasaran empuk penipuan.
Tapi Mahkamah Agung tak tinggal diam. Setelah menerima laporan dari berbagai pihak, Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung lalu membuat pengumuman elektronik mengenai profil Facebook palsu tersebut. Pengumuman itu menyertakan pula pernyataan resmi Rum Nessa selaku pejabat yang dicatut namanya.
Rum Nessa menyatakan bahwa profil disertai foto dalam Facebook yang mengatasnamakan dirinya adalah palsu.
“Kepada seluruh jajaran peradilan untuk menghapus pertemanan tersebut, karena terdapat indikasi dipergunakan untuk tindakan penipuan,” kata Rum Nessa, dalam pernyataan tertanggal 3 Mei 2010.
Rum Nessa juga menegaskan, baik selaku Sekretaris Mahkamah Agung maupun selaku pribadi, dirinya tidak pernah membuat atau memerintahkan orang lain untuk membuat profil pada Facebook.
Jadi, mengingat aksi penipuan bisa terjadi di dunia nyata maupun di jagad maya, warga peradilan perlu memperhatikan pesan Bang Napi: “Waspadalah!”
(hermansyah)
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 4888 | 37 | | Rab. 19 | 1 | 0 | | Sel. 18 | 8 | 0 | | Sen. 17 | 6 | 0 | | Ming. 16 | 4 | 0 | | Sab. 15 | 3 | 0 | | Jum. 14 | 4 | 0 |
|
Comments
Untung saya tidak mengkonfirm nya dan alhamdulillaah sudah sebulan ini aku udah keluar dari FB..... unbguin DUNBIA NYATA SAJA.
Syukron wal'afwu.
kalau seandainya mau mutasi dan promosi banyak silaturahmi di badilag net. ikuti beritanya, insya allah akan terbuka wawasan, ternyata masih banyak orang yang pantas untuk di promosikan, dan banyak juga temen-temen yang belum dimutasikan, nunggu antrian.
mudah-mudahan TPM sekarang bisa merealisasikan suara hati para komentator, dan team TPM juga mau membaca badilag. net, dan mau menerima saran dan kritik dari para koment badilag. net. jangan saling melempar tanggung jawab.
sebagai informasi, masih ada temen yang dimutasi biayanya sampai saat ini sudah 4 bulan belum diterima. bagaimana solusinya. semangat terus badilag. net.
Semoga Allah SWT selalu menjaga dan melindungi kita dari hal-hal yang bersifat penipuan dan bujuk rayuan yang tidak bertanggung jawab. Amin !!!!!