Resmikan Kerja Sama, Dirjen Badilag dan Dirjen Bimas Islam Teken MoU (9/6) - Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
  1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

 

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan dalam Rapat Koordinasi Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Sekitar 160 orang peserta Rakor yang merupakan perwakilan Kanwil Kemenag seluruh Indonesia menjadi saksi ditandatanganinya MoU.

MoU berdurasi tiga tahun tersebut berisi tentang Tertib Administrasi dan Peningkatan Kualitas Perkawinan. Disebutkan dalam MoU tersebut bahwa bahwa untuk mewujudkan tertib administrasi dan peningkatan kualitas perkawinan perlu penguatan fungsi pembinaan perkawinan yang akan dilakukan secara bersama-sama oleh Kemenag dan MA.

Ruang lingkup MoU mencakup lima bidang, yaitu penetapan standar kebijakan dan prosedur layanan nikah, talak, cerai, dan rujuk; pelaksanaan isbat nikah satu atap baik di dalam maupun luar negeri; mediasi perceraian; validasi data nikah, talak, cerai, dan rujuk; dan pembinaan sumber daya manusia.

Setelah ditandatanganinya MoU, kedua belah pihak berkewajiban menyosialisasikannya kepada satker-satker terkait di seluruh Indonesia. Kedua belah pihak juga berkewajiban mengoordinasikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kerja sama di tingkat pusat dan daerah.

Sangat penting

Dirjen Badilag Purwosusilo, yang datang bersama para pejabat eselon II Badilag, mengaku sangat bahagia karena pihak Ditjen Urais merespons positif keinginan pihaknya untuk menjalin kerjasama.

“Kami juga tersanjung. Kami tidak menyangka, penandatanganan MoU akan dilakukan di hadapan perwakilan Kemenag seluruh Indonesia. Bayangan kami, MoU ini hanya akan ditandatangani di ruang Pak Dirjen Bimas Islam,” kata Dirjen Badilag, saat memberi sambutan.

Dirjen Badilag menegaskan, MoU ini sangat penting, sebab bidang-bidang yang menjadi ruang lingkup MoU ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. “Tidak mungkin dilakukan sepihak, tapi harus bersama-sama,” tandasnya.

Ia memberi contoh sidang satu atap untuk melayani masyarakat yang hendak melakukan isbat nikah. Pelaksana sidang satu atap adalah Pengadilan Agama (PA). Setelah sidang selesai, maka pernikahan yang telah disahkan PA itu dicatat oleh Kantor Urusan Agama (KUA).

Selain melibatkan PA dan KUA, isbat nikah juga berkaitan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Sebab, banyak pasangan yang sudah punya anak ketika perkawinannya disahkan oleh PA melalui sidang isbat nikah. Untuk memperoleh akta kelahiran anak, maka pasangan yang telah disahkan perkawinanya perlu mengurus akta kelahiran anaknya ke Disdukcapil.

Karena itu, agar pelaksanaan sidang isbat nikah satu atap lebih optimal, perlu ada kerja sama tiga pihak antara MA, Kemenag dan Kemendagri.

“Jadi, dengan sidang satu atap, masyarakat bisa mendapatkan tiga dokumen sekaligus,” ungkap Dirjen Badilag. Ketiga dokumen itu ialah penetapan sahnya nikah dari PA, surat nikah dari KUA, dan akta kelahiran dari Disdukcapil.

Dirjen Badilag menambahkan, kerja sama di bidang pertukaran data nikah, talak, cerai dan rujuk (NTCR) juga tidak kalah penting. Saat ini, ungkapnya, data yang dimiliki Ditjen Badilag dan Ditjen Bimas Islam sering tidak sinkron.

“Kalau ditanya, menjawab sesuai versinya masing-masing. Yang benar yang mana? Orang luar bisa bingung,” tutur Dirjen Badilag.

Dengan meningkatkan koordinasi, data yang dimiliki kedua belah pihak dapat disinkronkan. Dengan demikian, bila ada yang bertanya tentang data tersebut, maka kedua belah pihak akan mengeluarkan jawaban yang sama.

Dalam kesempatan ini Dirjen Badilag juga menyinggung sekilas fenomena makin meningkatnya perceraian di Indonesia. Pada tahun 2012 saja, peradilan agama menangani sekitar 476 ribu perkara yang sebagian besar merupakan perkara perceraian.

“Bukan salahnya siapa-siapa, tapi harus ditangani bersama. Kita harus duduk bersama, untuk membina masyarakat kita; umat kita,” ujar Dirjen Badilag.

Kebutuhan bersama

Senada dengan Dirjen Badilag, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil menyatakan MoU ini sangat penting. “Ketika ada inisiatif untuk menandantangani MoU dengan lingkup itu, saya langsung merespons dan saya merasa bahwa ini merupakan kebutuhan bersama yang memiliki arti penting,” ujarnya.

Menurut Dirjen Bimsa Islam, meski Badilag dan Bimas Islam kini tidak lagi sama-sama berada di bawah Kemenag, ada persoalan-persoalan yang perlu ditangani bersama. Ketika melakukan pelayanan satu atap, kedua pihak harus mengadakan kerja sama.

Ia juga setuju ada sinkronisasi data NTCR. “Jadi, jangan ada istilah kalau urusan data perceraian ada di Badilag, kalau data peristiwa nikah di Bimas Islam karena tidak ada kerjasama,” ujarnya.

Diakuinya, bila ditanya tentang data statistik, jawabannya selalu beraneka macam. Akurasinya kurang. “Dengan usaha ini kita bisa saling memberi informasi, khususnya statistik peristiwa nikah dan perceraian,” tandasnya.

Ia menambahkan, data statistik itu sangat berguna untuk pengambilan kebijakan. Ditjen Bimas Islam yang salah satu visinya adalah melestarikan perkawinan atau membentuk keluarga sakinah perlu mengetahui data yang akurat mengenai angka perceraian di Indonesia.

“Dengan data itu, kita bisa tingkatkan pembinaan kepada calon yang akan melakukan pernikahan,” tuturnya.

Segera ditindaklanjuti

Setelah MoU ditandatangani, kedua belah pihak sepakat akan segera menindaklanjutinya. Berbagai hal akan dibicarakan lebih lanjut, guna merumuskan langkah-langkah yang konkrit.

Dalam waktu dekat, Ditjen Badilag MA, Ditjen Bimas Islam Kemenag dan Ditjen Dukcapil Kemendagri akan dipertemukan. Pertemuan itu difasilitasi oleh Australia-Indonesia Partnership for Justice (AIPJ).

Konsultan AIPJ sekaligus mantan Dirjen Badilag Wahyu Widiana yang hadir dalam acara penandatanganan MoU itu mengungkapkan, ada sejumlah hal yang perlu dibicarakan dalam pertemuan itu. “Misalnya, bagaimana SOP (standard operating procedure) sidang satu atap,” ujarnya, kepada Badilag.net.

Pertemuan itu kemungkinan juga akan dioptimalkan untuk merumuskan strategi supaya sidang satu atap dapat dilaksanakan secara baik. “Mungkin pada tahap awal, sidang satu atap dilakukan di beberapa wilayah terlebih dahulu, sebagai  proyek percontohan,” ungkapnya.

(hermansyah)

Comments   

 
# Hardinal PTA Jypura 2013-06-09 17:52
:lol: Suatu MoU yang sangat urgen yang pada intinya berujung pada peningkatan kualitas rumah tangga, baik dalam hal mendapatkan identitas hukum 3 (tiga) dokumen dengan jalur cepat sidang satu atap, maupun tertib administrasi data perkawinan dan perceraian yang selama ini dipandang agak kusut alias belum optimal. Mudah-mudahan grafik angka perceraian dapat ditekan secara koordinatif. Kemudian rumah tangga yang pondasinya rapuhlah salah satu faktor penyebab perceraian memang "hanyut dari hulu". Sukses selalu untuk Badilag yang telah menciptakan sederetan kebijakan. Kiranya semua kita dapat memberi "support" yang tinggi. Selamat dan sukses...Amin!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2013-06-10 08:46
“Jadi, dengan sidang satu atap, masyarakat bisa mendapatkan tiga dokumen sekaligus,” ungkap Dirjen Badilag. Ketiga dokumen itu ialah penetapan sahnya nikah dari PA, surat nikah dari KUA, dan akta kelahiran dari Disdukcapil.

Semoga MoU tersebut segera terealisir dan masyarakat segera pula merasakan manfaatnya. Aamiin YRA ! :)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# h. masruri, ptk 2013-06-11 00:37
Selamat kepada Ditjen Badilag MARI dan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI yang telah sepakat menjalin kerja sama secara resmi, yang dituangkan dalam Memory of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Dirjen Badilag Bapak Purwosusilo dan Dirjen Bimas Islam Bapak Abdul Djamil, ini sangat penting, sebab bidang-bidang yang menjadi ruang lingkup MoU ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tapi harus bersama-sama. semoga sukses.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# a rahmat - pta smd 2013-06-09 21:29
Data antara PA dan KUA tentang Talak Cerai sudah valid dengan MOU tsb, maka perintah mengirim salput pada amar putusan tak perlu lagi
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# h. masruri, ptk 2013-06-11 00:46
wah ya ngga begitu dong mas rahmat, perintah mengirim salput itu kan perintah undang undang dan MoU itu juga tidak serta merta tercapai data valid, jadi masih perlu proses dulu dan masih harus tunggu informasi dan perintah tentang tidak kirim itu boleh dilaksanakan atau ngga. okey mas.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# warga pa 2013-06-09 23:41
Wahhhhh, salut dan bangga sebagai warga pa atas ditandatangani MoU antara Badilag dengan Kemenag, semoga bermanfaat, amin. Tapi jangan sampai lupa kapan TPM keluar Pak. Dirjend ?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Alimuddin M.PA.Denpasar 2013-06-09 23:51
Alhamdulillah! Untuk mengurus kepentingan umat tidak mungkin tanpa kerja sama. Semoga dengan MoU ini, hubungan kerja sama antara Badilag MA dengan Kemenag kembali seperti dulu sebelum satu atap, amien!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Muh Nasikhin 2013-06-09 23:55
Semoga dengan kerja sama ini dapat menjadi langkah awal untuk optimalisasi pelayanan kita kepada masyarakat ....amin, ya Robbal'alamin.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# M.Yusuf PA Kendari 2013-06-10 00:09
Alhamdulillah, arah menuju sidang satu atap semakin jelas, semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama SOP-nya juga sudah siap, sehingga ketika pada taraf action dapat berjalan secara optimal.Lanjutk an
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# NURMADI RASYID,PA.BKL 2013-06-10 00:21
Alhamdulillah sukses buat dirjen badilag.semoga kerja sama ini membuahkan hasil yang maksimal amin.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Dudung El-Marfuddin 2013-06-10 00:29
Tidak dapat dipungkiri bahwa Kemenag adalah Mitra Kerja Peradilan Agama,maka sudah sepatutnya berjalan seiring bergandengan tangan.... Selamat atas MOU yg telah dilaksanakan, semoga bermanfaat bagi Ummat. :-)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Mas Hadi, Gianyar 2013-06-10 00:32
MoU antara Ditjen Badilag dan Ditjen Bimas Islam menunjukkan bentuk kesadaran dan perhatian para pembuat kebijakan yang berkaitan dengan rumah tangga umat Islam di Indonesia. Karena semua umat Islam menyadari, bahwa rumah tangga adalah bentuk terkecil dari suatu negara yang sangat penting untuk terciptanya suatu negara yang berpredikat sebagai negara "Baldatun thoyyibatun wa Rabbun Ghofur". Dan tidak kalah penting adalah, bahwa pelayanan penguasa tidak hanya mempertimbangka n kepada "Legal Formal" belaka, tetapi "Pelayanan Penguasa kepada warganya adalah untuk berpijak pada KEMASLAHATAN".
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# nelsondongoran pa psp 2013-06-10 00:41
sidang satu atap sangat ditunggu sop nya terutama yang berkaitan dengan isbat nikah lalu hari itu juga keluar buku nikahnya atau akte kelahirannya sangat praktis dan efesien
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Drs.HAM Hsb,MH PA Sidikalang 2013-06-10 00:44
Alhamdulillah wasyukrulillah, kita sambut Mou ini dengan bahagia, pertama kita dapat sidang keliling di KUA kedua, kita kembali bersama silaturrahim seperti dahulu sebelum PA pindah ke MARI, yang sempat seperti kurang harmonis, ketiga, kita dapat memberdayakan sahabat-sahabat kita di Kenmenag dalam hal Mediasi. Mudah-mudahan Mou ini cepar dan segera direalisasikan. Amin . BRAVO
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mwiaty@pta pdg 2013-06-10 01:16
Semoga pertemuan Ditjen Badilag MA, Ditjen Bimas Islam Kemenag dan Ditjen Dukcapil Kemendagri segera terwujud dan kita harus berterimakasih kepada Konsultan AIPJ yang adalah mantan DIRJEN Badilg MA sehingga sidang satu atap segera terealisir AMIN :sad:
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ismail Paisuly, PA Masohi 2013-06-10 02:13
Semoga MoU yg ditandatangani dgn latarbelakang nawaitu yg ikhlas, akan membuahkan hasil demi sebuah pengabdian kepada bangsa dan pelayanan kepada ummat. Insya Allah !
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ismail Paisuly, PA Masohi 2013-06-10 02:16
Semoga MoU yg ditandatangani dgn latarbelakang nawaitu yg ikhlas, akan membuahkan hasil demi sebuah pengabdian kepada bangsa dan pelayanan kepada ummat. Insya Allah ! 8) 8) 8)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Halim PA Masohi 2013-06-10 02:25
Penandatangan MoU antara Dirjen Badilag MA dengan Dirjen Bimas Islam perlu disosialisakian ke daerah sehingga tidak terdapat perbedaan dalam menyeleaikan masalah-masalah yang berkembang di masyarakat khususnya masyarakat Islam,
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rusliansyah - PA Nunukan 2013-06-10 03:03
Selamat kepada Ditjen badilag dan Kemenag yang telah menandatangani MoU dalam 5 bidang.
Semoga segera ditindaklanjuti dengan kesepakatan2 baru dalam rangka pelayanan identitas hukum kepada umat Islam.
U S U L :
Mohon hasil tindak lanjut dari MoU ini yang berhubungan dengan Sidang Satu Atap nantinya dapat di-upload ke web Badilag.net agar dapat segera diketahui dan dilaksanakan!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# helmy thohir - pta bandung 2013-06-10 03:54
Selamat baut pak Dirjen< semoga MoU ini dapat berjalan dan dilaksanakan dengan baik. Amin.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# anwaruddin kupang 2013-06-10 04:14
Itulah yang selalu di tunggu2 masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan akta nikah dan sekaligus akta kelahiran anak dengan sederhana, cepat dan biaya ringan. Selamat pak Dirjen atas MoUnya semoga cepat terealisir.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Syamsulbahri PA Mks 2013-06-10 06:47
Badan Peradilan Agama (BADILAG) kan awalnya dari BIMAS Islam Departemen Agama, sekerang Kementerian Agama, jadi jangan sampai kacang lupa kulitnya, makanya dengan MOU tersebut sangat penting untuk mengangkat harkat dan martabat Peradilan Agama, bahkan mengangangkat derajat Ummat Islam di Indonesia ini, semoga sukses MOU tersebut...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Nasikhin Am. pta gtlo. 2013-06-10 07:38
Satu langkah jitu dan strategis bagi Badilag dengan ditanda tanganinya MOU ini, untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat yang membutuhkan, disamping pelayanan pelayanan yang selama ini telah menjadi "menu" harian peradilan agama. Selamat dan sukses pak Dirjen.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Al Fitri - PA Manna 2013-06-10 07:48
semoga MuO ini sebagai pintu masuk kerjasama dan saling berbagi dalam informasi, jangan sampai ada sling menyalahkan seperti mana pernah ungkapan Wamennag bahwa perceraian meningkat kerana PA gabung dg MA, sehigga statemen semacam itu tidak terulang lagi......
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Drs. Cece Rukmana Ibrahim, SH. KPA. Cibadak 2013-06-10 08:10
Selamat atas penandatangan MoU antara BADILAG dengan DITJEN BIMAS ISLAM, dan kami mendoakan semoga SIDANG SATU ATAP antara Pengadilan Agama, KAU dan DUKCAPIL segera terrealisir
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Dalih Effendy, PA. Krw. 2013-06-10 09:05
" USUL KE PAK DIRJEN "
Alhamdulillah PA. Karawang sejak bulan April 2013 telah beberapa kali mengadakan rapat koordinasi dengan kemenag Karawang untuk sidang satu atap dan hasilnya tanggal 24 Mei 2013 dan 7 Juni 2013 telah memutus 60 perkara isbat nikah satu atap dengan Kemenag. Tahun 2013 ini PA Karawang, memprogramkan 550 perkara isbat nikah dlm sidang keliling prodeo bantuan Pemda dan 200 perkara dana DIPA. 750 perkara perodeo dlm sidang keliling tahun ini dilaksanakan satu atap dengan Kemenag Karawang dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Karawang. Alhamdulillah respon masyarakat, LSM, Pemkab dan Kemenag sangat positif. Masyarakat (pihak berperkara) langsung menerima salinan penetapan dan kutipan akta nikah pada saat sidang ke 2 dilaksanakan dan kedepan karawang merencanakan langsung juga menerima akta kelahiran anaknya (bagi yang mengajukan) karena hadir juga meja dinas dukcapil di gedung yang sama.
Usul ke pak Dirjen agar Karawang dijadikan proyek percontohan sidang 1 atap ini sehingga pengawasan dan pembinaannya bisa diperoleh dari Badilag, AIJP dan pihak lain. Saya yakin persoalan di lapangan akan mudah diselesaikan. PA. Karawang dengan Kemenag Karawang telah mendahului melakukan MOu tentang sidang satu atap dan sudah memulai sejak Mei 2013 yang lalu, semoga ini tidak menyalahi. Terima kasih.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Cholidul Azhar PTA Makassar 2013-06-10 23:44
Tentang pencatatan penetapan itsbat nikah ke PPN KAU Kec, pendapat teman-teman hakim di daerah masih terjadi disparitas. Yang berpendapat bahwa penetapan tsb harus dicatatkan, maka secara ex offico amarnya ditambah dengan memerintahkan pemohon untuk mencatatkan pernikahannya yang telah diitsbatkan tsb ke PPN KUA Kec terkait. Yang berpendapat tidak perlu dicatatkan, maka tidak ditambahkan amar tersebut. Menurut saya, berdasarkan pasal 2 ayat (2) UU no. 1 th. 1974, penetapan istbat nikahpun juga harus dicatatkan ke PPN KUA Kec.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Mawardi Lingga PA Sidikalang 2013-06-11 03:30
Alhamdulillah, berkat dilakukannya Nota Kesepahaman (MOU) maka masyarakat pencari keadilan terutama masyarakat miskin dan terpinggirkan semakin mendapat harapan, semoga terwujud menjadi kenyataan di lapangan
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# marwoto. PA Sleman 2013-06-11 03:36
selamat semoga bisa membawa kemasalahan bagi umat dan masyarakat, membuka kebuntuan bagia sebuah kepastian
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# umi 2013-06-11 04:22
Data di Pengadilan Agama di PA JB secara kuantitatif perkara itsbat nikah meningkat setiap tahun, hal ini harus juga diantisipasi oleh lembaga terkait, mengapa masyarakat ada yang melakukan nikah secara siri ?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# PA TIGARAKSA 2013-06-11 05:26
saya mengirim artikel dari hari jumat ,,,, kok ga pernah di muat yahh .... ????
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Syahid PA Ciamis 2013-06-12 01:14
PA Ciamis, siap melaksanakan isi MOU tersebut, semoga secepatnya dapat direalisasikan, karena masyarakat sudah menunggu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# s.aljufri MS.Aceh 2013-06-12 01:25
Prakarsa Bapak Dirjen dan mantan Dirjen Badilag dalam hal kerja sama dengan Dirjen Bimas Islam adalah hal yang sangat posotif karena ada titik singgung tugas dan kewenangan dibidang perkawinan,dan wakaf sekaligus untuk merajut kembali benang yang terputus (silaturrahmi) akibat sistim politik hukum. Semoga membawa mashlahat bagi umat.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ifdal tanjung 2013-06-12 02:31
semega dengan adanya kerjasama seperti ini, dapat dirasakan oleh masyarakat....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aam hamidah 2013-06-12 04:07
dengan MOU tsb semoga dpt meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat semakin jauh lebih baik.amiin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# salwi-Blambanganumpu 2013-06-12 05:39
Selamat dan sukses, semoga kerja sama tersebut bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan hukum.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# M ZAKARIA, PA Natuna 2013-06-15 09:07
Selamat dan Sukses atar ditanda-tangani nya MOU satu atap antara Badilag Deengan Bimas Islam, manfaatnya betul-betul sangat terasa khususnya bagi kami di pelosok kepulauan untuk membantu mastarakat miskin dan termarginalkan. . tapi perlu memikirkan semacam salinan penetapan sementara mungkin satu lembar menjelang diserahkan salinan penetepan asli kepada KUA sebagaimana yang dilakukan oleh kami PA Natuna sejaligus membuat pernyataan tidak banding dari pemohon serta mempersiapkan copi KTP dan KK serta faspoto masing-masing 5 lemBAR.. oKE bRAVO pAK dIRJEN
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tamim PA Bajawa 2013-06-15 10:02
Tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan jika mau duduk bersama, harapan kami mou ini akan segera direalisasikan sampai padfa tingkat bawah, semoga.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2013-06-21 00:32
Selamat atuh
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ramdani- UIN Bandung 2013-07-01 02:26
Tindak lanjut dari MOU itu, memerlukan perangkat teknis, kami siap membantu membuatkan SOP sidang satu atap isbat nikah
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Security code
Refresh

Login Pengguna

Statistik Pengunjung

3682628
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Bulan lalu
Semua waktu
53571
62952
2309521
1373107
3682628

IP Anda: 54.90.227.32
Server Time: 2014-10-31 23:26:06

 

 

Pembaruan MA