Kamis, 17 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Hukum Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi | (10/5)
PENGUMUMAN : Daftar 40 Nama Calon Peserta Diklat Ekosyar, Saudi Arabia, Angk. Ke-2 | (04/05)
PENGUMUMAN : Rumusan Bimtek Kompetensi Hakim PA Angkatan II dan III Tahun 2012 | (24/04)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Surat Pengembalian Peserta dan Rumusan Bimtek angkata I | (4/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Mereka Bekerja 25 Jam Sehari (18/1) PDF Cetak E-mail
Rabu, 18 Januari 2012 10:12

Mereka Bekerja 25 Jam Sehari

*

Seperti biasanya setelah bangun tidur, tadi pagi saya melakukan rutinitas, lalu berkemas untuk pergi ke kantor. Setelah semuanya beres, saya duduk di ruang tamu bersama isteri, sarapan sepotong roti coklat dan segelas besar air putih panas. Alhamdulillah, rasanya segar dan nikmat.

Saya lihat jam, baru pukul 5.20. Biasanya, “driver” saya yang setia, H.Dadang Syarif, datang sekitar pukul 5.30, memanaskan mesin sebentar, lalu berangkat ke kantor.

Sambil menunggu sang “driver” yang rumahnya hanya sekitar 300 m dari rumah saya, saya buka facebook, melihat teman-teman di dunia maya. Perhatian saya tertuju pada akun “Laskar SIADPA Plus”. Saya memang sering mengunjungi Akun ini, bahkan sekali sekali juga, saya ikut “nimbrung”, memberi komentar, dan terlibat chating dengan laskar-laskar ini, walaupun terbatas pada “say hallo”, bertanya perkembangan atau sekedar mengapresiasi dan memotivasi mereka.

Ada beberapa dialog terjadi di akun ini yang sempat saya perhatikan. Coba sekilas kita lihat:

Idha Nur Habibah : “Pak Muadz Jr, PR dari PA Kab.Malang untuk mas Sam Nino, Upload Perkara via infoperkara.exe Sukses pak ^____^ . *untuk standarisasi variabel lom berani coba d server, ada erornya bisa digebukin orang banyak >.<”.

Muadz Jr : “Siiiip….mangstab…!! Aganwati Idha Nur Habibah n gan Sam Nino, dua jempol buat anda berdua… ;) untuk standarisasi variabel mungkin bs coba dilihat2 apakah ada berubahan pada data dan blangko, sementara ini mmg ada sedikit masalah pada var 0015 smoga gan haji Abdoer Rahman & gan Achmad Fauzi segera mengeksekusi…. maturnuwun.”

Dialog lainnya:

Ahmad Sayuti: “Siadpa kami kemarin heng dan semua data hapus kini kami mulai dari nol kembali”

Top of Form

Tohir Mekkadilaga: “Databasenya kan terpisah tinggal instal aplikasinya saja gan”

Lainnya lagi:

Muhammad Nasri: “Para Suhu SIADPA, mau nanya nih napa setiap mau jalan di clien harus masukin mysql server padahal kemaren2 ga tuh….”.

Ahsan Dawi Mansur: “cek koneksinya gan”

Z Sugi An Toro: “Masukin lewat odbc ya maksudnya… Atau muncul kotak dialog untuk tes koneksi database?”

Arif Roby Ismanto: “ntar juga normal lagi..”

Z Sugi An Toro: “Haha betul kata mas arif”

Mohammad Roy Irawan: “Sejak kapan SIADPA pake “MySql Server” ?

Habibburrahman Mahfudz: “seandainya pake MySQL waahhh…. bisa diporting ke Linux mas broo”

Najmuddin Muhammad: “Ganti win nya dari home ke pro”

Yang ini, lain lagi:

Helmi Indra Mahyudin: “Assalamu’alaikum Wr. Wb. PENGUMUMAN : Sekali lagi saya sampaikan pengumuman ini, barang siapa yang mendapati alamat satkernya yang di aplikasi infoperkara nyasar atau belum update, silakan PM (kirim messages/sms/ym/suratin) saya. Wass.”

**

Subhanalloh. Betapa mereka demikian bersemangat melakukan komunikasi-komunikasi antar mereka untuk kepentingan kantor. Mereka tak kenal waktu. Pagi, siang, sore, malam, bahkan, pernah saya mendapatinya, dini haripun masih ada yang chating di akun “Laskar Siadpa Plus” ini.

Mereka nampak sangat menikmati komunikasi itu. Mereka bangun komunitas tersendiri. Lalu mereka kembangkan komunitas itu menjadi lebih besar dan lebih besar lagi. Konon sekarang anggotanya sudah 539 laskar.

Substansi yang dikomunikasikan mereka sangat tehnis. Bagi kita sangat tidak menarik. Banyak menggunakan istilah-istilah tehnis atau istilah lainnya yang hanya mereka yang mengenalnya. Tapi bagi mereka, nampaknya, justru substansi itulah yang mempunyai daya tariknya. Mereka memerlukannya untuk dipergunakan dalam penerapan aplikasi administrasi perkara di kantornya masing-masing.

Mereka nampak sangat akrab. Dengan sapaan “agan”, atau hanya “gan” bagi anggota laki-laki, dan “aganwati” atau “ganwati” bagi perempuan, komunikasi mereka terlihat hidup. Mereka juga biasa memanggil “suhu” kepada anggota yang dianggap lebih ahli di antara mereka.

Saya tidak tahu persis “asbabul wurud”nya, mengapa kata “agan” yang dipergunakan. Saya juga tidak tahu sejak kapan mereka itu saling menyapa dengan panggilan “agan”. Yang saya tahu, panggilan “agan” itu nampaknya diambil dari kata “juragan”, suatu panggilan kehormatan bagi “menak-menak” di tatar Sunda. Bisa jadi, karena di antara tokoh SIADPA ini banyak dari daerah Jawa Barat, seperti Helmi, Asep Nursobah atau lainnya. Atau mungkin karena mereka berkali-kali kumpul di Bandung, sehingga sebutan dari Bandung itulah yang dipakainya.

Mengapa saya tidak tahu persis soal “agan”, sebetulnya itu tidak penting. Yang penting adalah adakah perhatian kita sebagai pimpinan di Badilag atau pimpinan-pimpinan di peradilan agama terhadap semangat dan kegiatan yang mereka lakukan. Adakah di antara kita sebagai pimpinan di lingkungan peradilan agama peduli dan memberikan apresiasi kepada mereka?

Padahal, saya yakin, kita sepakat, bahwa apa yang mereka lakukan dalam mengembangkan Aplikasi SIADPA Plus itu sangatlah bermanfaat, bukan untuk diri mereka, tapi untuk institusi kita, dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Saya sangat salut tehadap mereka. Salut karena betapa tanpa pamrihnya mereka dalam mengembangkan SIADPA Plus itu. Salut karena betapa mereka mencintai dan menikmati pekerjaan mereka. Dan salut karena apa yang mereka lakukan itu betapa besar manfaatnya untuk orang banyak.

Di samping merasa salut, saya juga sekaligus merasa malu kepada mereka. Malu karena kita tidak begitu peduli pada mereka. Malu karena sebagai pimpinan, saya tidak bisa memberi penghargaan yang setimpal dengan apa yang mereka lakukan. Malu karena semangat kita kalah jauh dari semangat mereka. Bayangkan, dini haripun mereka masih berdiskusi atau saling sumbang saran jika di antara mereka ada yang menemui kesulitan, atau mereka saling memberi informasi jika menemui hal baru, berkaitan dengan penerapan SIADPA Plus ini. Masya Alloh.

***

SIADPA Plus adalah suatu aplikasi berbasis Teknologi Informasi yang dipergunakan di lingkungan peradilan agama dalam memproses administrasi perkara. Aplikasi ini merupakan otomasi dari Pola Bindalmin yang dipergunakan di seluruh lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung.

Dengan menggunakan aplikasi ini maka administrasi dapat diproses dengan cepat, mudah dan akurat. Oleh karena itu, aplikasi ini sangat bermanfaat dan sangat membantu peningkatan pelayanan bagi pencari keadilan.

Bisa kita bayangkan, tanpa memanfaatkan otomasi aplikasi SIADPA, betapa repot dan lamanya menangani proses perkara di PA-PA yang jumlah perkaranya 500-700 sebulan, seperti di banyak PA di Pulau Jawa.

Sejak pendaftaran, pembuatan SKUM, penentuan majlis hakim, Penentuan hari sidang, pembuatan pemanggilan, pembuatan berita acara, penyusunan putusan, pengisian register perkara dan keuangan, pengarsipan dan pelaporan, jika ditangani secara manual akan sangat memerlukan waktu dan banyak orang.

Dengan menggunakan aplikasi SIADPA, semua tahapan proses itu dapat dilakukan secara otomasi, sehingga menjadi mudah, cepat dan praktis. Semua ini akan menjadikan pelayanan kepada pencari keadilan lebih baik dan lebih cepat.

Namun karena aplikasi ini berbasis Teknologi Informasi, maka bagi kebanyakan orang tidak secara otomatis dapat menggunakannya. Diperlukan sedikit pelatihan dan suatu pembudayaan yang menyeluruh bagi aparat peradilan.

SIADPA adalah suatu sistem yang melibatkan tim. Jadi, semua yang terlibat penanganan perkara harus bisa mengoperasikannya sesuai dengan perannya. Oleh karena itu penerapan SIADPA tidak bisa hanya dilakukan oleh tim TI saja. Sejak petugas meja 1, petugas keuangan, kasir, JSP, PP, hakim bahkan Ketua Pengadilan harus terlibat, faham dan mampu menggunakannya sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

Berkat upaya kawan-kawan yang hobi berteknologi-informasi, ditambah dukungan dari Direktorat Pembinaan Administrasi dan perhatian yang besar dari Tuada Uldilag, kini Aplikasi SIADPA Plus telah diterapkan hampir di seluruh peradilan agama, dengan segala plus-minusnya.

Markus Zimmer, Presiden Pendiri Asosiasi Internasional Administrasi Peradilan (IACA), yang berdomisili di Amerika Serikat, sangat mengapresiasi penerapan SIADPA di lingkungan peradilan agama. Bahkan dia telah menyempatkan diri mengunjungi beberapa PA untuk melihat pelaksanaan penerapan SIADPA ini. Markuspun sempat memberi beberapa masukan, antara lain tentang pengisian register yang cukup dengan sistem aplikasi tersebut.

Di samping Markus, ada beberapa pegiat administrasi peradilan bertaraf internasional yang tertarik dan mengapresiasi SIADPA yang diterapkan di peradilan agama.

Tidak heran, jika seperti disebutkan dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya, kini peradilan agama telah banyak mendapat apresiasi dari orang lain. Apresiasi ini berkaitan dengan peningkatan pelayanan publik, pengembangan Teknologi Informasi, pelaksanaan pelayanan bagi orang miskin dan terpinggirkan, peningkatan transparansi dan lain-lainnya. Penerapan SIADPA Plus menambah apresiasi orang terhadap peradilan agama.

****

Kitapun sadar, masih banyak keterbatasan yang kita punyai dan masih banyak kelemahan yang kita lakukan, namun demikian penghargaan itu sangatlah memberi motivasi kita untuk bekerja lebih baik lagi. Apresiasi itu terasa bagaikan air di tengah padang pasir yang menjadikan tenaga baru bagi para kafilah untuk melanjutkan perjalanan panjangnya.

Saya merasa, penghargaan-penghargaan itu lebih pantas jika ditujukan kepada mereka yang telah bekerja keras dan ikhlas, seperti yang telah diperlihatkan oleh kawan-kawan dari laskar SIADPA Plus.

Sayapun melihat, jajaran peradilan agama pada umumnya adalah pekerja keras dan ikhlas. Kawan-kawan dari kelompok tenaga honorer, kepaniteraan, juru sita, kesekretariatan serta para hakim sangat layak untuk mendapatkan penghargaan ini. Mereka telah memperlihatkan dedikasinya yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada pencari keadilan dan masyarakat luas. Saya bangga melihat aparat peradilan agama seperti itu.

karena itu, saya mengajak kepada para pimpinan pengadilan di lingkungan peradilan agama se Indonesia, untuk lebih peduli terhadap apa yang selama ini mereka kerjakan. Kita perlu memberikan semangat, dorongan dan perhatian kepada mereka. Kita perlu memperhatikan kesejahteraan dan nasib mereka. Sebab ternyata, banyak di antara mereka yang bekerja 25 jam sehari—istilah saya untuk menunjukkan betapa mereka bekerja tak kenal waktu. Yang luar biasa, itu semua untuk kepentingan institusinya, tanpa ingin dilihat dan dipuji orang. Subhanalloh. (WW).

TanggalViewsComments
Total131957
Kam. 1720
Sen. 1420
Ming. 1340
Sab. 1220
Kam. 1010
Rab. 0930
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Masrinedi-PA. Painan 2012-01-18 10:31
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illah wallahu akbar.
Semoga Allah memberkahi dan memudahkan setiap pekerjaan warga Badilag termasuk “Laskar SIADPA Plus”nya.
Memang apa yang bapak Wahyu utarakan dalam tulisan ini adalah data dan fakta di lapangan yang tidak bisa terbantahkan. Semoga saja semangat yang membara tersebut terus berkobar di jiwa dan hati warga Badilag dari Dirjennya sampai ke pegawai Honorernya dalam rangka menyukseskan RBPP MA.RI dan 'men-SerambiDuniakan PA'. Amin !!!!!......
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-01-18 10:49
Subhanallah.......memang luar biasa laskar SIADPA Plus, waktu sehari semalam 24 jam, mereka mampu bekerja selama 25 jam... fantastis
Reply
 
 
# itna- PA.Gng Sugih 2012-01-18 10:59
ikut setuju dg apresiasi pak Dirjen terhadap Tim Siadpa plus, saya pun melihat tim n operator siadpa di satker saya begitu antusias utk mengejar ketertinggalan hingga mrk betah duduk berjam2 didepan komputer n mrkpun dg telaten membantu teman2 lainnya menggunakan siadpa, semoga apa yg mereka kerjakan dg setulus hati akan berbuah kesuksesaan bg pribadi n institusi peradilan agama....amiiin..
Reply
 
 
# Edi Hudiata 2012-01-18 11:00
salut untuk laskar SIADPA, jadi ingat penggalan ayat Al-Quran, 'maka bekerjalaha kamu sekalian, niscaya Allah akan melihat apa yang kamu kerjakan, juga Rasul dan orang-orang mukmin..." semoga kita mendapat keberkahan...
Reply
 
 
# H. Abd. Rasyid A, MH. PA-Mojokerto 2012-01-18 11:09
Penggunaan perangkat IT dengan SIADPA-nya tidak hanya dapat memudahkan pengelolaan dan menanganan perkara di Pengadilan Agama, tetapi juga mempererat jalinan silaturahim di antara LASKAR SIADPA. Semoga jalinan silaturrahim ini menjadi media yg efektif untuk sharing dalam rangka pengembangan penggunaan IT di jajaran Dirjen Badilag. Sukses buat Laskar SIADPA dan Badilag.
Reply
 
 
# Indah-PA.Cjr 2012-01-18 11:26
Reward yg pantas diberikan kepada "Laskar SIADPA Plus" bukan saja dari Pak Dirjen, melainkan dari seluruh jajaran warga Peradilan Agama. Semoga saja para Laskar SIADPA Plus selalu diberikan kesehatan dan kecerdasan untuk lebih menduniakan PA. Sukses buat Pak Dirjen,, sukses Peradilan Agama.
Reply
 
 
# Ida Zulfatria, PA Sengeti 2012-01-18 11:36
Luar biasa!!! bekerja tak kenal lelah demi membangun institusi peradilan agama. Semoga bisa mengispirasi kita semua.
Reply
 
 
# Rizal-PA Cimahi 2012-01-18 11:37
Terharu dan bangga mempunyai Pimpinan seperti Beliau
Reply
 
 
# Rio PA Sengeti 2012-01-18 11:51
Kita harus tiru semangat mereka untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan kepada kita masing-masing.... banyak berbuat walaupun hanya sedikit bicara.
Reply
 
 
# raudhah rachman pa sengeti 2012-02-23 11:43
:-) hanya satu kata yang bisa diucapkan salut buat semua laskar siadpa semoga kita bisa menirunya amin
Reply
 
 
# Asni Falah PTA BDL 2012-01-18 12:08
iya kita harus apresiasi kepada mereka, yang muda yang banyak semangat dan idealisme tinggi, tidsk bisa diukur dengan uang hanya kita biss berdoa agar mereka mendapatkan nilai plus bagi kita para pemberi keputusan, bila saatnya mereka mendapatkan tempat yang lebih baik. Tidak hanya sekedar pujian.
Reply
 
 
# Andi Nany Hasyim 2012-01-18 13:27
Wah “Laskar Siadpa Plus” bagi dong ilmunya, begadang terus ya, dan kegiatannya rupanya dimonitor bos kita, hemat kami itu penghargaan yang luar biasa, sukses selalu
Reply
 
 
# Haris Luthfi, Msy Kutacane 2012-01-18 13:29
LUar biasa.. tetap semangat para Laskar SIADPA.. semoga apa yang telah dikerjakan mendapat berkah dari yang MAha Kuasa..
Reply
 
 
# Marwoto.PA Kaliamda 2012-01-18 13:39
subhanalloh,Maanjadda wajada, man saaro wasola. mereka telah bekerja membanting tulang tak kenal lelah tak kenal waktu, mereka telah ber sumgguh2 berjuang demi kebaikan institusi yang sama2 kita cintai, mereka adalah inspirator. wajib hukumnya bagi kita mengikuti jejak langkah mereka. Halo kalianda kapan bisa bicara di tingkat nasiomal mak kham siapa lagi mak ganta kapan lagi BERBENAH UNTUK BERUBAH menuju KEJAYAAN PA
Reply
 
 
# Moh. Rizal, Palu 2012-01-18 13:56
Terima kasih atas apresiasi Bapak kpd kami dalam mengembangkan SIADPA, mmng benar pak, kami tidk lagi dibatasi oleh jam dinas dalam mengawal implementasi siadpa, karena kadang eror dan kebutuhan dalam pemanfaatan siadpa lebih dari sekedar jam dinas, lebih banyak mslh/trouble program yg hrs diselesaikan dibanding jam kerja yg tersedia, insya Allah semua ini merespon ditjen badilag dan sumbanging kecil kami bagi peradilan agama, trm kasih atas dukungan Bapak Dirjen, tulisan di atas sngat memberi energi baru bagi kami.
Reply
 
 
# Moh.Yasya PA Situbondo 2012-01-18 14:24
Subhanallah ... mereka bukan bekerja , tapi beribadah. Memang " Laskar Siadpa " luar biasa, andai .... bisa muda lagi kayak mereka ???? yang pasti Kebaikan yang diperbuat tidak akan sia-sia.
Reply
 
 
# A.Saprudin-Pame 2012-01-18 14:30
Semangat kawan2 Laskar Siadpa untuk senantiasa mempelajari sesuatu yg baru (aplikasi Siadpa) serta memberikan yang terbaik bagi institusi Peradilan Agama sudah selayaknya kita teladani dalam aspek-aspek2 lainnya, semoga upaya yang telah kawan2 lakukan mnperoleh perhatian dari para pimpinan, saya yakin Allah SWT ora sare...... :-)
Reply
 
 
# Z Sugi An Toro | Zullvan Sugiantoro | Pa. Pangkalan Bun 2012-01-18 14:41
suatu kehormatan mengabdi secara optimal untuk peradilan agama, demi memajukan teknologi informasi kita.. maju terus laskar SIADPA...... :lol: 8)
Reply
 
 
# Abu Zenita Kalianda 2012-01-18 15:00
Ass. sayang belum semua PA sebagai stake holder PTA dan Badilag sepenuhnya dan seutuhnya mengaplikasikan SIADPA plus, pdhl dg SIADPA plus yg lama jd sebentar,yang mahal jd murah, yg ribet jd sederhana, hayo kita aplikasikan SIADPA plus ini secara maksimal dan menyeluruh jangan betah dibilang "anak durhaka", tp berusaha jd "anak shaleh". trm ksh. Salam.
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-01-18 15:04
Itulah ciri orang PA. bekerja tanpa poamrih, bekerja tanpa mengenal waktu apalagi tidak ada yang namanya uang lembur, akan tetapi yakin seyakin-yakinnya dengan modal yang yang ikhlas karena Allah pasti akan ada rezeki yang tidak disangka-sangka. Aminnn !
Reply
 
 
# Rahmat Arijaya 2012-01-18 15:35
Sesungguhnya SIADPA itu sama canggihnya dengan Casetrack miliknya FCoA. Saya juga salut dengan Tim Siadpa ini. Memang benar ungkapan Pak Dirjen, pimpinan setiap PA harus memberikan perhatian kepada mereka. Program yang mereka kembangkan adalah untuk kemajuan PA.
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-01-18 15:35
Orang ikhlas insya Allah buahnya pasti manis.Mudah2an SIADPA PLUS ini bisa berjalan secara menyeluruh dan lebih berkembang lagi secara terus menerus.Maju terus laskar SIADPA.Jangan bosan ya....
Reply
 
 
# Nursal-PA Muara Bungo 2012-01-18 16:14
memang pantas memberikan penghargaan kepada orang yang bekerja luar biasa dan memberikan kontribusi kepada institusi yang sangat berharga,, selamat berjuang para lasykar SIADPA PLUS
Reply
 
 
# yuniati faizah PA Gunung Sugih 2012-01-18 16:15
Salut juga pak Dirjen yang menyempatkan diri memantau kawan2, smg perhatian ini menjadikan tambah semangat. Kunjungan ke Gunung Sugih kemarin juga memacu untuk bergerak terus mendukung program badilag yang inovatif..
Reply
 
 
# Abd.Rahman PA Banggai 2012-01-18 19:29
Perlu dicontoh... ,soal SIADPA walaupun kami dipulau tmn2 sdh jalankan, termasuk SIADPA ON LINE nya, trims laskar........
Reply
 
 
# Misbah-PA.Purwakarta 2012-01-18 20:48
Untuk lebih efektif dalam pekerjaan di Pengadilan Agama,Penerapan SIADPA Plus sudah tidak bisa ditawar lagi..!!!
Reply
 
 
# Asep Irpan Helmi 2012-01-18 22:00
SIADPA wajib diterapkan di semua PA, kalau tidak pelayanan kepada masyarakat dengan cepat akan terkendala, kasihan masyarakat bila terkendala pelayanannya. bagi yang melawan arus pasti akan tergilas. para laskar SIADPA agar tetap membantu mereka yang masih kesulitan menggunakan SIADPA karena mereka perlu dilatih dengan membiasakan diri
Reply
 
 
# mame sadafal-PA sidoarjo 2012-01-19 05:46
Disadari atau tidak bahwa salah satu landasan pendukung utama terlaksananya TI pada badan peradilan agama di daerah banyak ditentukan oleh tenaga-tenaga honorer yang sudah mengabdi belasan tahun dengan kerja tanpa mengenal lelah. Idealnya pimpinan MA mencari solusi yang terbaik dan cepat seperti halnya tenaga honorer di pemda yang telah tuntas dan jelas nasib mereka pada tahun 2009 yang lalu. Sementara nasib teman-teman honorer pada PA sesuai hasil verifikasi BAKN tahun 2010/2011 seluruhnya berstatus K2 yang notabene nasibnya belum jelas. Kita berharap tahun 2012 ini, pimpinan MA mengambil langkah nyata untuk menuntaskan teman-teman yang belum beruntung ini.
Reply
 
 
# Mame Sadafal - PA Sidoarjo 2012-01-19 05:50
Disadari atau tidakcczv bahwa salah satu landasan pendukung utama terlaksananya TI pada badan peradilan agama di daerah banyak ditentukan oleh tenaga-tenaga honorer yang sudah mengabdi belasan tahun dengan kerja tanpa mengenal lelah. Idealnya pimpinan MA mencari solusi yang terbaik dan cepat seperti halnya tenaga honorer di pemda yang telah tuntas dan jelas nasib mereka pada tahun 2009 yang lalu. Sementara nasib teman-teman honorer pada PA sesuai hasil verifikasi BAKN tahun 2010/2011 seluruhnya berstatus K2 yang notabene nasibnya belum jelas. Kita berharap tahun 2012 ini, pimpinan MA mengambil langkah nyata untuk menuntaskan teman-teman yang belum beruntung ini.
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-01-19 07:38
selamat kepada Laskar SIADPA Plus” yang telah bekerja 25 jam, semoga yang dicari bisa segera ketemu, sehingga siadpa plus bisa berfungsi sesuai yang dijanjikan. jangan lupa ikhlasnya tetap dipertahankan, kalau tidak, akan berakhir dengan kekecewaan, sudah cape siang malam didepan komputer, hasilnya tidak ada perhatian dari pimpinan kita, Cape gawe teu kapake. makanya kita berkarya demi Badan Peradilan Agama bukan siapa-siapa. insya allah satu saat karya kita akan dihargai dan diakui. semoga ke depan semua unsur pimpinan mau mengerti dan mendukung dan memberikan perhatian khusus kepada program Siadpa plus dan program lainnya yang berbasis WEB. termasuk kepada orangnya. maju terus laskar siadapa, berkarya terus jangan takut salah dan jangan takut ruksak. supaya hasilnya di tahun 2012 bisa kita nikmati bersama. sukses selalu buat Pak Dirjen.
Reply
 
 
# teddy 2012-01-19 07:55
SIADPA PLUS...PLUS PELAYANANNYA ...PLUS PEKERJAANNYA...PLUS PERFORMANCE PERADILAN...SUKSES
Reply
 
 
# Udin Najmudin PA Sumedang 2012-01-19 08:27
Kami bangga punya Pak Dirjen yang selalu memberi semangat kepada bawahanya untuk meningkatkan SDM di bidang IT, dan selamat untuk Laskar Siadpa Plus...........Mudah-mudahan kerja keras dan jerih payah ada hasil yang baik untuk meningkatkan kinerja di Peradilan agama.
Reply
 
 
# ahmad satiri@PA Tanggamus 2012-01-19 08:34
dizaman modern ini memang sudah saatnya meninggalkan "manualisme" menuju "otomatisme".. diperlukan semangat yang luar biasa dan tentunya perlu pengorbanan yang juga luar biasa....
Reply
 
 
# maharnis PTA Jayapura 2012-01-19 09:08
salut atas semangat kerja laskar siadpa plus, yang tidak mengenal lelah dan memandang waktu. semangat laskar siadpa plus ini perlu dicontoh dan diikuti oleh yang lainnya. mareka yang tergabung di laskar siadpa plus ini memandang apa yang dikerjakan buat institusinya bukan menganggap sekedar kewajiban, tapi mereka jadikan sebagai kebutuhan. Mudah-mudahan Pimpinannya memperhatikan kesejehteraan buat mereka
Reply
 
 
# shalahuddin X-anda 2012-01-19 09:44
salut dan bangga.lebih bangga lagi klo para pimpipinan di satker-2 lebih banyak perhatiannya lagi pada satu hal ini...ayo lanjutkan kawan-2...
Reply
 
 
# Abu Zahida-PA.Sidikalang 2012-01-19 09:48
Ketika berbuat maka hasilnya pasti jelas terlihat. seperti itulah yang dilakukan laskar siadpa plus. semoga semua jerih payah bernilai ibadah Insya Allah. Njuah-Njuah kita karina Horas
Reply
 
 
# Ali Mhtrm@Tj. Redeb 2012-01-19 10:46
Istilah "Laskar" cenderung identik dengan perjuangan. Maka kalau ada "Laskar Siadpa", maka bisa diartikan "para pejuang2 Siadpa".
Oleh karena itu, semangat perjuangan untuk kemajuan Peradilan Agama patut menjadi tauladan.
Dengan semangat perjuangan tersebut, mari kita wujudkan "Laskar Peradilan Agama", dengan misi untuk kesuksesan dan kemajuan Peradilan Agama.
Terima Kasih atas Inspirasinya..
Reply
 
 
# Hermanto 2012-01-19 10:54
salut untuk laskar "siadpa" !! semoga kerja keras anda semua dalam membangun dan memajukan peradilan agama mendapat limpahan pahala dari Allah SWT...
Reply
 
 
# Alimuddin M. Mataram 2012-01-19 11:19
untuk bisa memotivasi dan memberi perhatian terhadap karyawan, pihak pimpinan tentu terlebih dahulu harus tahu kondisi mereka. untuk itu, pimpinan yang bisa menerapkan hal tersebut hanya mereka yang selalu mengontrol kinerja karyawan, apakah dengan cara pertemuan berkala atau dengan cara lain yang dipandang efektif.
Reply
 
 
# Bohim Lee Bond, Badilag 2012-01-19 11:39
Terimakasih banyak atas Perhatian dan Penghargaan Bapak Dirjen (juragan bos) terhadap kami dan Insya Allah untuk ke depannya kami bertekad tidak hanya 25 Jam, tetapi mudah-mudahan bisa 30 Jam, karena kami mempunyai cita-cita untuk menjadikan aparat Peradilan Agama di seluruh Indonesia menjadi "Anak Yang Sholeh" karena sudah mempergunakan SIADPA/SIADPTA Plus ....
Reply
 
 
# ZULKIFLI SIREGAR, KABANJAHE, MEDAN 2012-01-19 12:50
Luar biasa teman-teman kita ya pak, mudah-mudahan mereka tetap istiqomah dan memang "in ahsantum ahsantum liampusikum wa in asa'tum palaha".
Reply
 
 
# Renni 2012-01-19 14:36
HASIL KERJA KERAS YG BERBUAH MANIS DEMI KEMAJUAN PERADILAN AGAMA....

ALHAMDULILLAH SESUATU... :-)
Reply
 
 
# Chrisnayeti, Badilag 2012-01-19 15:23
Waw 25 jam kerja utak atik urusan SIADPA? Begitu serius dan gigihnya laskar SIADPA PLUS bekerja tuk kemajuan SIADPA. Jadi ini tugas besar buat bagian Perencanaan di Badilag agar bisa mengusahakan Honorarium untuk tenaga operasional/ADMIN SIADPA di PA/PTA masuk di DIPA Badilag atau Satker PA/PTA tahun 2013 agar mereka lebih semangat dan sebagai reward dari kerja keras mereka tanpa batas waktu meski mereka bekerja tanpa pamrih.
Reply
 
 
# Subai PA. Tsm 2012-01-19 15:52
terima kasih dukungan dan pujiannya...
Reply
 
 
# Hasbi Kawu 2012-01-20 08:34
MENUNGGU KADO DARI pAK dIRJEN
Rasanya ketinggalan, bahkan merugi, kalau harus melewatkan tulisan Pak Wahyu dalam Pojok Pak Dirjen. Sebab itu, sesibuk apapun, sya pasti berusaha membacanya. Betapa banyak pelajaran danhikmah yang bisa dipetik dari peribadi Pak Wahyu.
Seiring dengan perkembangan aplikasi SIADPA Plus di Pengadilan Agama saat ini, aparat Pengadilan Agama menjadi sangat terbantu memaksimalkan pelayanannya kepada masyarakat, namun dalam hal penulisan register PA masih terpaku pada pola penulisan secara manual padahal dengan cara manual buku register masih sangat rawan kesalahan penulisan dan coretan.
Mungkin saatnya, kita mengapresiasi saran Presiden IACA, Markus Zimmer agar penulisan register di PA juga diaplikasikan dengan SIADPA sehingga dengan peralihan ini pihak Badilag tidak perlu pusing untuk mengirim buku register ke seluruh PA. Petugas register di PA pun akan bisa bekerja lebih efesien dan efektif serta dengan mudah mengoreksi setiap keselahannya.
Semoga harapan ini menjadi kenyataan sebelum Pak Wahyu mengakhiri tugasnya sebagai seorang Dirjen, tentunya dengan persetujuan Pak Dirjen Badilag. Jika ini terwujud, saya yakin akan menjadi kenangan manis dan menjadi kado istimewa dari Pak Dirjen untuk seluruh Laskar Penulis Register di seluruh Indonesia. Kami menunggu Kado Pak Dirjen.
Reply
 
 
# Siti Salbiah, PA Subang 2012-01-20 09:02
:-) Hanya do'a yang mampu kupanjatkan..semoga himbauan pak DIRJEN kepada para pimpinan pengadilan di lingkungan peradilan agama se Indonesia, untuk lebih peduli terhadap dedikasi bawahan yang dipimpinnya..didengar oleh para pimpinan PA/PTA dan dikabulkan oleh Allah SWT..karena sungguh berkat SIADPA saya merasakan sendiri pembuatan Putusan bisa lebih mudah ..cepat dan tepat waktu.. terima kasih Laskar SIADPA..atas kerja kerasnya..terima kasih pak Dirjen atas terobosan-terobosan dan Supportnya..semoga berkah dan ridho Allah untuk kita semua..amin YRA.
Reply
 
 
# ahid,Lampung 2012-01-20 12:55
sukses buat temen-temen laskar siadpa, harusnya ini menjadi motivasi juga buat temen-temen tenaga teknis dan tenaga non teknis diluar kutak katik IT, luar biasa infonya pak Dirjen buat semangat nih...
Reply
 
 
# Andi Nany Hasyim 2012-01-23 08:30
Bekerja 25 jam sehari ( hanyalah perumpaan), suatu apresiasi yang luar biasa melebihi 24 jam. tapi itu tidak mustahil bekerja 25 jam sehari Suatu hari Tim laskar pelangi bekerja Jawa dan hari yang sama harus ke Indonesia bagian timur.
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2012-01-23 10:35
Komentar saya ikut mendukung semua komentar di atas, terutama komentarnya Ibu Ida Zulfatria, PA Sengeti. Luar biasa!!! bekerja tak kenal lelah demi membangun institusi peradilan agama. Semoga bisa mengispirasi kita semua. Agaknya inilah nilai filosofis judul pojok Pak Dirjen di atas. Thanks for our Dirjen.
Reply
 
 
# iing sihabudin 2012-01-23 21:28
untuk peningkatan pengetahuan tentang Siadpa plus, mari gabung dengan “Laskar SIADPA Plus”. sukses untuk badilag, sukses untuk kita semua !
Reply
 
 
# endang m, pta mataram 2012-01-24 08:10
Sukses buat lasykar Siadpa Plus yg tak mengenal waktu mengkomunikasikan pekerjaan dinas selama full time 24 jam (kata pak Dirjen mah malah lebih, menjadi 25 jam) sehari semalam, tanpa mengenal waktu. Mereka patut mendapatkan penghargaan yg setimpal dg kerjaannya....
Reply
 
 
# Masduqi, Ka Pa Pati 2012-01-25 08:09
selamat ut team laskas siad-plus, dan perlu segera dicopy utk pa-pa seluruh Indonesia
Reply
 
 
# Bang Dir. PTA B.Lampung. 2012-01-25 11:07
Alhamdulilah, Terima Kasih Tuhan, ternyata generasi penerus lebih berani ,lebih tulus ddan lebih cerdas, pasti esok kita lebih baik.
Reply
 
 
# Muhdi Kholil Waka PA Kangean 2012-01-25 19:49
Selamat untuk pak MUAZ JR dan PRIO S , suhu SIADPA PLUS dari PA Kangean, kini kerja keras dan pengabdiannya yang tanpa lelah dan tidak kenal waktu membuahkan hasil dan mendapat apresiasi yang tinggi, meskipun keduanya yang saya tahu bekerja ditengah keterbatasan lampu listrik yang "byarper", dan jaringan internet yang " tusbunglang " dari pulau kecil di timur Madura , KANGEAN, maju terus di tengah " Law/ Court and social Changes in the Word " Sukran kawan
Reply
 
 
# h.masruri, plk 2012-01-28 09:28
Saya setuju bagaimana bagian Perencanaan di Badilag agar bisa mengusahakan Honorarium untuk tenaga operasional/ADMIN SIADPA di PA/PTA masuk di DIPA Badilag atau Satker PA/PTA tahun 2013 agar mereka lebih semangat dan sebagai reward dari kerja keras mereka tanpa batas waktu meski mereka bekerja tanpa pamrih, semoga bisa dijembatani untuk kepentingan ini.
Reply
 
 
# Mawardi Lingga PA Sidikalang 2012-01-30 13:07
Kawan-kawan Laskar SIADPA PLUS mau bekerja serius dan mati-matian harus kita apresiasi dgn benar dan dari kalangan pimpinan kiranya mulai berpikir utk memberikan reward kepada saudara2 kita tsb agar Peradilan Agama semakin jaya dimasa datang.
Reply
 
 
# mukti-pa.manokwari 2012-01-31 14:26
tumbuhkan iklim senang bekerja....maka seberat apapun pekerjaan akan terasa ringan...
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS