Kamis, 24 April 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Kegiatan Rapat Konsultasi Evaluasi Realisasi Anggaran Triwulan I tahun 2014 dan Penyusunan Renja 2015 | (23/4)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 5 | (17/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Diklat Hakim Ekonomi Syari'ah Tahun 2014 | (16/4)
PENGUMUMAN : Ralat Perubahan Tempat Kegiatan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan II tahun 2014 | (15/04)
PENGUMUMAN : Permohonan Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun 2014|(14/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Administrasi Peradilan Agama Angkatan II | (11/4)

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Pemantapan Kode Etik dan Perilaku Hakim Dari Komisi Yudisial | (11/4)
PENGUMUMAN : Format BAS dan Putusan | (8/4)

PENGUMUMAN : Hasil Rapat Pimpinan dan TPM Mahkamah Agung RI | (8/4)
PENGUMUMAN : Penulisan Nama, NIP dan Tempat/Tanggal Lahir dalam Aplikasi SIMPEG Online | (1/4)
PENGUMUMAN : Optimalisasi Aplikasi SIADPTA Plus | (27/3)

PENGUMUMAN : Verifikasi dan Validasi Data Kepegawaian 2014 | (21/03)
VIDEO : Kuliah Berseri Peradilan Agama -- Seri 4 | (21/03)
PENGUMUMAN : Usulan Rencana Kinerja Tahunan DIPA 04 Ditjen Badilag | (21/03)
VIDEO: Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 3 | (17/3)
PENGUMUMAN :
Pemanggilan Peserta Sosialisasi Hukum Acara Ekonomi Syariah (KHAES) | (17/3)
PENGUMUMAN : Pembaharuan Data SDM Berbahasa Asing | (17/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Workshop Bagi Hakim Pengadilan Agama | (14/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Orientasi Peningkatan Tenaga Teknis Pemberkasan Perkara Kasasi/PK di Bandar Lampung | (14/3)
SURAT EDARAN : Pemberitahuan (PENIPUAN) | (14/3)




Tambahkan ke Google Reader
Berkas yang Menggunung dan Digerogoti Rayap, Mau Diapakan? (2/4) PDF Cetak E-mail
Senin, 02 April 2012 15:51

Berkas yang Menggunung dan Digerogoti Rayap, Mau Diapakan?


Kertas-kertas itu sudah usang dan lapuk. Di sana-sini digerogoti rayap. Sebagian dibiarkan bertebaran. Sebagian lainnya dimasukkan karung. Masyarakat pencari keadilan bisa leluasa melihatnya. Sebab,  bukannya ditaruh di ruangan khusus, berkas-berkas itu dibiarkan menggunung dan berserakan di dekat ruang tunggu.

Kamis pekan lalu, Dirjen Badilag Wahyu Widiana berkesempatan melihat langsung pemandangan kurang sedap itu, ketika berkunjung ke PA Makassar.

“Ini berkas-berkas lama, Pak,” ujar Ketua PA Makassar Nahiruddin Malle.

Dilihat dari masa pembuatannya, berkas-berkas itu dibuat pada tahun 1980-an. Karena kapasitas ruang arsip terbatas, sedangkan berkas perkara kian bertambah, terpaksa berkas-berkas lama harus dikeluarkan.

Masalah penyimpanan dan perawatan berkas perkara bukan hanya muncul di PA Makassar. Tak sedikit pengadilan yang mengalami masalah serupa. PA Jakarta Selatan, misalnya. Sebelum pindah ke gedung baru, ruang arsip pengadilan kelas IA ini pernah beberapa kali disasar banjir. Akibatnya, sebagian berkas ditelan dan dirobek-robek air.

Mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip, sejatinya arsip yang berumur lebih dari 30 tahun dapat dimusnahkan. Namun, buat lembaga peradilan, upaya pemusnahan ini beresiko.

Berkas perkara, khususnya putusan, kerap dibutuhkan oleh berbagai pihak, tidak hanya pihak berperkara tapi juga pihak-pihak lain seperti mahasiswa dan peneliti.

Belum lagi, UU KIP dan SK KMA 1-144/2011 mengharuskan pengadilan menyiapkan informasi publik yang harus diberikan apabila ada yang meminta. Salah satu dokumen yang boleh diminta adalah salinan putusan.

“Bila dokumen itu tidak bisa diberikan oleh pengadilan, ada sanksinya,” ungkap Dirjen Badilag.

Karena itu, diperlukan upaya  kreatif untuk memecahkan masalah ini. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mendigitalkan arsip.

Lima tahun silam, Tuada Uldilag MA Andi Syamsu Alam sudah pernah menyodorkan konsep arsip digital sebagai solusi menumpuknya berkas perkara di peradilan agama. Sebagaimana diberitakan hukumonline, Tuada  Uldilag menyodorkan konsep itu setelah mempertimbangkan keputusan MA dalam Rakernas 2006 di Batam.

Di antara keputusan penting Rakernas 2006 adalah dibolehkannya pengarsipan menggunakan teknologi. Artinya, arsip tak hanya berbentuk kertas dan tak mesti bersemayam di rak-rak. Arsip juga bisa berupa data elektronik.

Keputusan itu diambil pimpinan MA setelah melakukan studi banding ke California, Amerika Serikat. Tuada Uldilag mengungkapkan, pengadilan-pengadilan di California hanya menyediakan ruang yang sempit untuk menyimpan arsip.

“Ruangannya cuma tiga kali tiga meter, tapi arsip puluhan tahun tersimpan di situ,” ujarnya. Ternyata ribuan bundel berkas di sana telah di-soft copy-kan dan ditampung di beberapa microchip. Alhasil, arsip elektronik itu mudah disimpan dan mudah pula dicari sewaktu-waktu.

Ihtiar PTA Makassar

Khusus di wilayah PTA Makassar, pemanfaatan teknologi untuk menyimpan berkas perkara saat ini mulai dirintis.

“Untuk berkas-berkas lama, kami pilah-pilah mana yang bisa diselamatkan,” ujar Panitera/Sekretaris PTA Makassar Agus Zainal Mutaqien.

Setelah dipilah, berkas-berkas itu dibenahi. Cara yang ditempuh adalah memotokopi berkas-berkas yang masih terbaca. Cara lain adalah mengganti map. Dan, apabila ada berkas yang kerusakannya cukup parah, diupayakan agar berkas-berkas penting saja yang diamankan. “Contohnya putusan dan akta cerai,” beber Agus.

Selain itu, Agus menambahkan, pihaknya juga mendata berkas itu dalam bentuk matriks menggunakan program Excel. Di situ terinci nomor perkara, identitas para pihak, tanggal pendaftaran hingga putusan, dan lain-lain.

“Data itu kemudian kita taruh di website dan bisa diakses oleh masyarakat,” ungkapnya.

Dengan berbekal data itu, pengadilan dan masyarakat akan sangat dimudahkan. Data itu juga berguna untuk mengecek ada tidaknya berkas suatu perkara di ruang arsip. Jika ada berkas yang raib, akan mudah teridentifikasi.

Data itu juga sangat membantu jika ada masyarakat yang ingin melegalisir salinan putusan. Pejabat yang berwenang dapat melihat data dalam bentuk matriks itu untuk melakukan validasi.

Khusus untuk berkas perkara tahun 2011 dan 2012, kata Agus, yang diarsipkan bukan hanya hard copy tapi juga soft copy.

(hermansyah)

TanggalViewsComments
Total663150
Rab. 2330
Sel. 2270
Ming. 2020
Sab. 1910
Jum. 1840
Kam. 1720
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# uwanuddin Bdl 2012-04-02 16:31
Memang sudah saatnya arsip perkara harus berbentuk soft copy untuk mengefesienkan ruangan arsif dan sekaligus untuk mengefektifkan dalam pencarian arsip perkara, walaupun sudah puluhan tahun.berinovasilah terus demi kemajuan pengadilan
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2012-04-02 16:50
Pengarsipan berkas dengan sistem soft copy adalah salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk penyelamatan Berkas di samping tetap dalam bentuk hard copy.

Alangkah bagusnya di masing-masing PA mengupayakan perngarsipan dengan sistem Soft copy setelah discan sebelumnya.

Termasuk juga surat-surat pribadi kita masing-masing.
Saya Alhamdulillah sudah melakukannya dimulai dari Akte kelahiran, ijazah, sertifikat sampai kepada SK-SK termasuk surat-surat penting lainnya dalam keluarga, seperti Buku Nikah, STNK, BPKB, IMB, dll. Semoga kegiatan kita untuk pengarsipan surat-surat penting dengan sistem Soft copy ini terus dilaksanakan dengan adanya SCANNER di rumah kita masing-masing, sehingga dokumentasi dalam bentuk soft copy sebagai salah satu bukti tetap ada yang bisa nanti dilihat oleh keturunan kita. AMIN!!!!!!
Reply
 
 
# Insya Allah 2012-04-03 09:35
Hebat pak Masrinedi, sy baru kepikiran ttg hal tsb, mksdnya surat2 pribadi tsb perlu jg di soft copy.. Ok thanks bgs sekali sarannya
Reply
 
 
# indra suhardi MS-Sabang 2012-04-02 17:00
Saya rasa itu ide yang bagus karena memang dengan arsip digital cukup efektif dan efesien. sehingga memudahkan bagi pencari keadilan untuk mengakses data yang diperlukan terhadap perkara yang sudah lama.
Reply
 
 
# lDrs. Lisman 2012-04-02 17:28
jaman teknologi sekarang memang maju tapi Mesium berkas yg lama juga perlu di jaga untuk melihat perjalanan sejarah PA yang bersangkutan unbtuk anak cucu kita nanti umat Islam pada umumnya bangsa Indonesia saya rasa belum ada Mesiaum peradilan Agamama dari masa-kemasa.... mari kita ciptakan ide ini .
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-04-02 17:32
Kan ada aturan untuk pemusnahan arsip, karena dengan register saja bisa jadi alat bukti, apalagi sekarang mau pakai arsip digital wah lebih bagus lagi, emang Badilag tambah hari tambah inovasinya, selamat, yaaaa.
Reply
 
 
# Asni Falah PTA BDL 2012-04-02 19:02
Masalah arsip dan mengarsipkan merupakan pekerjaan yang mudah diucapkan tetapi sulit dikerjakan, disebabkan karena banyak hal. Karena banyak perkara masuk, putusan harus tepat waktu dan publikasi putusan,maupun persoalan hakim dan karyawan yang harus dipacu mobilitasnya, dsb. Komitmen pimpinan dengan bantuan semua pihak akan dapat diselesaikan.

Pengalaman sewaktu di PA Tangerang, arsip yang sudah 30 tahun masih dicari orang, karenanya kami tidak menghanguskannya, kecuali yang sudah terlanjur sudah tidak terbaca.

Di PTA Bandarlampung upaya digitalisasi sudah dilakukan sejak tahun 2010 melalui setiap perkara masuk PA disoft copykan dalam satu CD, meskipun perkara tsb tidak banding atau kasasi.

Memang keadaan di PA Makassar "membuat hati pak Dirjen Resah dan gundah". Kita yang melihatnya juga jadi risih, kok bisa seperti itu dalam upaya mengedepankan misi peradilan yang agung?
Reply
 
 
# Haeruddin PA Tahuna 2012-04-02 19:37
Sistem pengarsipan dengan soft copy adalah solusi terbaik untuk mengurangi tumpukan berkas yang pada akhirnya membuat kentor menjadi tempat penampungan berkas, selain merusak pemandangan juga mengganggu pernafasan.....sehingga kantor menjadi tidak sehat lagi untuk bekerja,
Reply
 
 
# asep dadang pa depok 2012-04-02 20:03
penataan arsip disetiap lembaga yg berkaitan dengan data fisik masyarakat senantiasa menjadi perbincangan dan persoalan,,,,,termasuk di setiap PA yg sudah lama berdiri, akan tetapi bagi yg berfikiran kreatif dan inovatif tidak perlu dirisaukan karena dapat memanfaatkan SDM yg ada dan sarana yg ada secara maksimal, anggap saja berkas itu buku2 yg bagus dan enak untuk dibaca jangan dianggap berkas yg berserakan itu sampah yg menyesakkan, smg dgn mengoptimakan TI dpt terselesaikan
Reply
 
 
# Syaifuddin PA Satabat 2012-04-02 20:25
Untuk berkas perkara yang tersimpan dalam ruang arsip harus diadakan pumigasi setiap enam bulan atau setidaknya sekali dalam setahun, sedangkan berkas perkara tahun 2012 sudah harus dibust soft capy dalam bentuk file pdf sehingga tidak diperlukan ruangan yang luas tempat penyimpanan arsif, tetapi semua program ini harus didukung SDM yang cukup secara kuantitatif maupun kualitatif. masalah SDM ini adalah salah satu masalah yang memerlukan penanganan serius di tengah masa moratorium penerimaan CPNS
Reply
 
 
# H.Makka A 2012-04-02 21:19
Arsip perkara sudah seharusnya dipikirkan penyimpanannya yang aman dari lembap atau rayap, karena setiap tahun selalu akan memerlukan tempat yang luas sesuai besaran jumlah perkara yang diterima pengadilan tersebut.
Saya kira apa yang ditawarkan oleh komentator untuk disimpan dalam bentuk soft copy adalah ide yang sangat bagus.
Reply
 
 
# Iskhaq - PA Pekalongan 2012-04-02 21:25
perlu dimanfaatkan kemajuan teknologi apalagi para pimpinan tertinggi kita telah mengijinkan bahkan memerintahkan untuk mengarsipkan secara digital tentunya hal ini tidak hanya untuk PA Makassar saja tapi untuk kita semua.
Reply
 
 
# Abdul Rahman Salam, MH/PA Banggai Kepulauan 2012-04-02 21:45
Pengarsipan dgn hard copy & soft copy sgt baik utk dikembangkan di PA karena efesien dan efektif untuk pencarian berkas perkara.....
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningang 2012-04-02 22:27
dengan adanya berita ini, mudah-mudahan menjadi inspirasi untuk membuat berkas online. kalau untuk putusannya kita bisa memanfaatkan direktori putusan yang sudah ada, atau anonimasi yang sudah disiapkan oleh Badilag, tinggal rajin memasukkannya, dan menguploudnya. tinggal berkas lainnya. tantangan buat motivator dan inovator, insya allah team IT mampu mengatasinya. tinggal payung hukumnya yang membolehkan kita untuk mengarsipkan kita dalam bentuk digital.
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2012-04-03 02:15
Okey, setuju dengan hal tsb, karena data elektronik menurut UU ITE No. 11 Th 2008 Pasal 5 ayat (1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah. Trmks.
Reply
 
 
# maharnis pta jayapura 2012-04-03 05:47
Untuk mengatasi masalah penumpukan arsip berkas perkara yang saat ini dilematis, barangkali sudah seharusnya warga Peradilan Agama menyikapi konsep tuada uldilag agar sistim pengarsipan berkas perkara menggunakan tekhnologi disamping juga seperti biasa. Mengingat berkas tersebut sewaktu-waktu dibutuhkan walaupun hanya untuk penelitian.
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-04-03 06:15
Sebaiknya dipedomani peraturan yang mengatur tentang dokumen negara atau arsip negara, dan sangat setuju dengat metoda arsip digital.
Reply
 
 
# sandhy PA Bojonegoro 2012-04-03 06:49
Memang perlu kiranya kita menyiapkan berkas perkara dalam bentuk hardcopy dab disediakan tempat yang representatif, disamping itu mulai untuk melakukan backup dlm bentuk softcopy entah itu dimasukkan ke direktori putusan dll
Reply
 
 
# Akramuddin, PA Kendari 2012-04-03 07:25
Masalah pengarsipan berkas perkara memang bukan hanya masalah yang dihadapi oleh PA Makassar tetapi hampir semua PA. Apa yang mulai dirintis oleh PA Makassar untuk menertibkan berkas-bekas lama patut diapresisi, sembari melakukan itu alangkah baiknya jika berkas-berkas yang bertumouk itu diamankan ditempat yang agak tersembunyi untuk menjaga pandangan yang kurang sedap.
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-04-03 07:45
Sesuai fungsi arsif termasuk arsif perkara adalah pusat ingatan. Karena fungsinya sedemikian penting itu maka diperlukan trik-trik tersediri dan kemauan yang keras untuk menata dan mendekorasinya sehingga tetap indah dipandang dan berfungsi sesuai dengan tujuannya.

Berdasarkan teori The Broken Windows maka pembiaran terhadap berkas yang menumpuk (tidak terurus) merupakan ajakan atau undangan berbuat yang sama, akibatnya terciptalah suasana yang tidak nyaman.

Karenanya, konsep arsif secara digital merupakan solusi yang terbaik dengan tetap untuk semetara tidak meninggalkan yang manual.
Reply
 
 
# akangjajangs/PA.Tnk 2012-04-03 07:48
Dengan pengalaman PA Makasar dan mungkin banyak PA lain,kini semakin jelas pentingnya pendekatan TI dalam menjalankan tugas-tugas PA. Semoga TI menjadi solusi epektif meningkatkan kinerja...Amiin
Reply
 
 
# Mame Sadafal PA Sidoarjo 2012-04-03 07:49
Sudah saatnya kita tidak perlu memperpanjang diskusi akan pentingnya memulai dan melakukan pengamanan seluruh dokumen pengadilan yang mempunyai nilai yuridis dan historis di masa lalu, sekarang dan mendatang untuk diarsipkan melalui soft copy sebab sistem tersebut selain praktis, ekonomis dan tingkat sekuritasnya sangat tinggi.

Apabila saat ini belum dimulai maka bagi pengadilan yang volume perkaranya relatif banyak dipastikan dalam kurun waktu 5 sampaidengan 10 tahun mendatang akan menjadi masalah serius, dan tidak sedikit pejabat peradilan akan dipidana akibat hilangnya dokumen berharga itu padahal bukan ulah dan kelalaian pejabat yang bersangkutan
Reply
 
 
# Mulyadi Pamili, Gorontalo 2012-04-03 08:00
Apa yang akan dilakukan oleh PA Makassar itu sangat luar biasa. Retensi arsip termasuk dalam hal pembuatan dokumen elektronik, itu dilakukan tidak lain untuk menjaga keutuhan sebuah arsip. Apa lagi yang berhubungan dengan perkara, terkadang para pihak mencari apa yang mereka butuhkan, salah satunya arsip AC, dan Kutipan Akta Nikah, itu larinya sudah pasti ke Pengadilan Agama dimana mereka bercerai/berperkara. Penataan arsip yg baik dan profesional tidak lain dalam kerangka pemenuhan pelayanan informasi publik.
Reply
 
 
# Marzuqi. PTA.Bjm 2012-04-03 08:18
Mungkin bisa dipertimbangkaan selain penyimpanan putusan dalam hard copy maupun soft copy, juga dengan mengumpulkan banyak putusan yang berisi no, tgl putusan, para pihak dan amar serta majelis hakimnya. sehingga bisa menghemat arsip.
Reply
 
 
# Jamhur MS Sigli 2012-04-03 08:30
hampir disemua PA persoalan arsip perkara menjadi masalah apalagi PA-PA yang perkaranya banyak, sehingga solusi yang terbaik memang harus dicarikan, apa yang disodorkan oleh TUADA Uldilag barangkali solusi yang tepatuntuk dimulai.
Reply
 
 
# Alimuddin M.Mataram 2012-04-03 08:35
Di era sekarang banyak cara yang bisa ditempuh guna mempermudah pekerjaan, termasuk menata arsip. Tetapi data arsip perkara(asli)yang kemudian dimuat di website, masih sejalan/tidak dengan hukum acara yah?
Reply
 
 
# Nursal- PA.Muara Bungo 2012-04-03 08:44
setuju gagasan pak Tuada Uldilag.. dengan Arsip digital, terutama berkas yang berumur puluhan tahun,,,, sehingga lebih aman dari rayap, tentu proteksi lebih kuat juga serangan virus lainnya
Reply
 
 
# endang m, pta mataram 2012-04-03 08:49
Berkas2 yg sdh berumur tua memang amat mengganggu pemandangan, apalagi bila dibiarkan menggunung di dekat ruang tunggu, padahal apabila telah berumur 30 th sdh bisa dimusnahkan. Kini zaman telah modern, sdh saatnya berkas perkara itu ada pd soft copy, kita dan pihak yg membutuhkanpun mencarinya mudah.....
Reply
 
 
# askonsri 2012-04-03 08:51
saya rasa harus ada gebrakan dari para pimpinan... terutama bapak bapak kita di pusat agar memberikan masukan kepada pimpinan Peradilan di daerah agar pngersipan perkara dalam bentuk soft copy. sehingga tidak akan ada lagi berkas yang menumpuk seperti sekarang ini.
Reply
 
 
# #Iva PTA Yk# 2012-04-03 09:28
ide bagus tuch kalau arsip dalam bentuk soft copy tuch lebih aman dari rayap,atau kalau pas ada bencana kaya banjir/gempa juga aman. tapi sebaiknya walaupun soft copy aman nyimpannya jangan cuma satu untuk antisipasi berbagai kemungkinan :-)
Reply
 
 
# basirun PA. Paniai-PAPUA 2012-04-03 09:59
digitalisasi berkas, paper less
Go Green, ramah lingkungan,
Reply
 
 
# Ram ms ksg 2012-04-03 10:11
Selain itu perlu juga diretensi arsipkan juga setelah dibuat soft copynya
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-04-03 10:43
Menurut barangkali MA juga memikirkan kdepedan adanya gedung arsip di daerah..untuk menyimpan putusan pengadilan tingkat pertma dan banding :lol:
Reply
 
 
# Muhdi Kholil PA Kangean 2012-04-03 11:53
SEMOGA PERISTIWA YANG DIALAMI PA MAKASAR TIDAK TERULANG, DAN SEGERA ADA JALAN KELUAR DALAM MASALAH PENYIMPANAN KEARSIPAN PERKARA DI PENGADILAM , BISA DENGAN SOFT COPY YANG DISIMPAN DALAM MICROCHIP DAN ALAT PENYIMPAN DARI TEKNOLGI INFORMASI LAINNYA.
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-04-03 12:47
jadi pelajaran berharga, mari mulai saat ini juga jangan ditunda-tunda untuk mendigitalkan arsip. Proyek baru tim kreatif TI.
Reply
 
 
# MURTADLO PA DENPASR 2012-04-03 13:54
Masalah kearsipan problem kita semua terutama perkaranya banyak.Maka saya sependapat dan harus segera dilaksanakan sekarang mendigitalkan arsip.Disamping itu perlu memperdayakan Hakim pengawas bidang dan HATIWASDA agar memprioritaskan pengawasan arsip disamping lainnya.Semoga kejadian di PA Makasar tdk terulang lagi.Amin.
Reply
 
 
# daswir tanjung pta bdg 2012-04-03 14:41
ada aturan yang baku, dalam menjaga dan memusnahkan surat- surat penting, terutama yang berkaitan dengan dokumen negara, misal surat- yang berhubungan dengan inventaris negara, keuangan Negara dan berkas perkara, kalau saya tidak keliru dapat dimusnahkan apabila telah mencapai waktu tiga puluh tahun. dan surat putusan daan berkas perkara sebaiknya tidak dibiarkan bertebaran atau berserakkan, apabila sudah mencapai waktu 30 tahun, bisa dimusnahkan dengan membuat berita acara. yang penting pahami terlebih dahulu aturan bisa atau tidaknya pemusnahan, agar tidak salah berbuat.
Reply
 
 
# iing sihabudin PA SBR 2012-04-03 14:47
Semoga keluarga besar PTA Makasar selalu diberi kesehatan dan kenyamanan dalam bertugas, sehingga program-program unggulannya dapat terealisir dengan cepat, amien.. Sukses Pimpinan dan Pansek PTA, juga sukses untuk semuanya.
Reply
 
 
# Nurmadi Rasyid pa bkl 2012-04-03 16:07
yang terpenting harus tahu dengan atauran yang dpat untuk memusnahkan arsip itu, kalau kita berpedoman kepada atarusan yang ada semua itu tak menjadi atau membuat kita bingung, kembalilah kepada aturan yang ada.
Reply
 
 
# Chrisnayeti, Badilag 2012-04-03 16:16
Menyimpan data perkara berupa soft copy adalah cara paling tepat, apa lagi dalam hal tempat penyimpanan tidak perlu menggunakan ruang yang besar. Yang perlu difikirkan akan adanya firus jadi alangkah baiknya bila soft copy dibuat 2 buah, untuk menjaga kerusakan fail.
Reply
 
 
# Arwin _PA Makale 2012-04-03 21:13
Di era teknologi cagih ini, semesitnya masalah pengarsipan arsip perkara tidak perlu dipusingkan lagi. Simpan saja dalam bentuk soft copy. Untuk arsip perkara yg lama, lakukan saja menscan berkas tadi ke bentuk PDF. Di Makale sudah pernah saya tawarkan konsep itu sejak 2008 tp belum bisa jalan juga. Jd yang penting skrang adalah kemauan + Dana
Reply
 
 
# Syamsulbahri PA Mks 2012-04-04 08:52
Di tengah2 kesibukan setiap hari pegawai PA Makassar baik dari kepaniteraan maupun kesekkretariatan bekerjasama dengan para honorer membenahi berkas-berkas lama dengan cara mensortir berkas yang penting diambil untuk diarsipkan lalu data2nya dimasukkan ke dalam komputer untuk dijadikan data arsip elektronik, sehingga nantinya bagi pihak2 yang mencarinya memudahkan untuk ditemukan dan dapat dibuatkan sof copynya bagi yang membutuhkan.

Memang kelihatannya masih bertumpuk karena begitu banyaknya perkara yang masuk ke PA Makassar sejak berdirinya sampai saat ini...

Arsip tersebut data yang penting tetap disimpan sebagai arsip seperti salinan putusan, arsip akta cerai dan hal lain yang penting agar data2 personil tetap utuh untuk dimasukkan ke dalam data elektronik tadi.

Jadi mohon maaf atas ketidaknyamanan anda dalam mengunjungi PA Makassar... tertulis di sekitaran tumpukan berkas tersebut...ini harap dimaklumi karena masih dalam proses pekerjaan...

Mohon doanya agar cepat selesai dan sukses...
Hal ini dapat diikuti oleh PA-PA yang lain di seluruh Indonesia... dan bahkan sudah ada yaang mendahului...ok selamat sukses...
Reply
 
 
# Syamsulbahri PA Mks 2012-04-04 08:57
Selamat atas kunjungan Pak Dirjen ke PA Makassar, semoga dengan kujungannya itu dapat memotifasi kami untuk lebih giat bekerja dan bekerja demi meningkatkan PA ke depan yang lebih baik...Amien...
dan Terima kasih atas comment teman2 semua dari berbagai penjuru... selamat sukses...
Reply
 
 
# Mansur Muda Nst PTA Bkl 2012-04-04 09:24
Yang menumpuk itukan berkas perkara, yg isinya barangkali lembar gugatan, kwetansi, fotocofy-fotocofy, saya kira ini bisa dimusnahkan dgn berita acara setelah 30 tahun,namun kalau putusan aslinya dan salinannya kan sudah terjilid rapi, tentu tdk banyak dan bisa disusun dlm lemari kaca.
Reply
 
 
# djazril darwis.pta babel 2012-04-04 14:45
djazril darwis.pta babel.Memang sudah saatnya kita memulai,kapan lagi, jangan menunggu....semoga.....
Reply
 
 
# kang ujang ti kawali 2012-04-05 07:07
mungkin hampir di semua pa terbatasnya ruang arsip. untuk berkas lama bila memungkinkan berlakukan uu kearsipan. untuk kedepannya setuju juga di back up dengan microchip
Reply
 
 
# sunter rock city 2012-04-09 10:45
http://www.duniaarsip.com/manajemen-kearsipan-dalam-pengelolaan-arsip.html
Reply
 
 
# M.Chanif, PTA Makassar 2012-04-10 09:57
PA Makassar, memang termasuk PA yang cukup banyak volume perkaranya, tetapi dari segi sarana gedung dan letaknya yang kurang strategis selevel PA klas IA di kota Propinsi, sehingga banyak hal-hal yang kurang pas menurut penilaian pada umumnya. Tahun ini sudah mulai pembangunan gedung baru, mudah2an cepat memberikab solusi terhadap hal-hal yang dinilai janggal/kurang wajar,mohon do'anya kawan2.
Reply
 
 
# Hermanto 2012-04-11 11:39
setuju digitalisasi berkas, menjamin keamanan, kecukupan tempat penyimpanan serta praktis dan portable!!
Reply
 
 
# Sudirman Mly Lampung 2012-04-12 10:05
Berdasarkan hasil Rakernas MARI 2006, konsep Tuada Uldilag tentang kearsipan perkara, dan KMA 1-144/2011, saya kira mendesak diperlukan suatu Keputusan yang mengatur Relugasi keasrsipan modern di Pengadilan Agama dalam bentuk surat keputusan atau surat edaran guna menjamin kesatuan systim pada tiap tiap Pengadilan , guna mengakhiri problem kearsipan perkara yang tengah dihadapi Pengadilan Agama saat ini yang dapat mengatasi berbagai permasalahan kearsipan .
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 814 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS