SIADPA Online Tingkat Pusat Segera Diujicobakan
Bandung | badilag.net (8/12)
Pengembangan aplikasi SIADPA ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat pencari keadilan dalam mengakses informasi perkaranya yang ditangani di pengadilan agama tertentu.
Namun pengembangan aplikasi tersebut juga harus dapat memberikan informasi data perkara yang lengkap dan akurat kepada pusat sebagai bahan pengambilan kebijakan.
Dua keinginan inilah yang saat ini sedang diupayakan untuk dibuatkan sebuah aplikasi oleh Tim Pengembangan Aplikasi SIADPA di Bandung selama sembilan hari.
Aplikasi yang untuk sementara ini diberi nama menjadi SIADPA Online merupakan sebuah aplikasi berbasis web di tingkat pusat yang dapat diakses oleh masyarakat pencari keadilan yang membutuhkan informasi perkaranya.

Salah Satu komisi Timnas sedang mengidentifikasi dan menstandarisasikan variabel
Bagi Badilag sendiri, dengan adanya SIADPA Online ini, kapanpun dapat mengetahui keadaan perkara yang sedang diproses di suatu pengadilan baik Pengadilan Tinggi Agama maupun Pengadilan Agama, disamping informasi data-data perkara lainnya secara update.
Modal untuk mencapai tujuan tersebut setidaknya sudah mencapai titik terang. Walaupun masih bersifat lokal, beberapa PTA telah mengembangkannya yaitu PTA Bandung, PTA Jakarta, Jambi, Data Statistik Perkara Online dengan ds.pengadilan.net-nya, Infoperkara.net dan perkara.net.
Menanggapi hal tersebut, dalam pertemuan tentang pengembangan aplikasi SIADPA Online Selasa lalu (6/12) di Bandung, Kasi Bimbingan I, Irwansyah, SH. mengatakan bahwa sudah menjadi tugas kita (badilag-red) untuk menyatukan aplikasi yang dikembangkan oleh masing-masing PTA tersebut sehingga menjadi satu system yang utuh dan berskala nasional.
“Namun juga jangan sampai penyatuan tersebut mengebiri kebebasan daerah untuk berkreasi dalam mengembangkan system informasinya sendiri” katanya.
Irwansyah yang juga Ketua Tim Nasional SIADPA Plus menegaskan di depan Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Drs. H. Sayed Usman, SH., MH. dan Tim Pengarah, Drs. H.M. Yamin Awie, SH., MH., Drs. H. Mardiana Muzaffar, SH., MH. dan H. Sunarto, S.H., M.H. dan Tim Pengembangan Aplikasi SIADPA bahwa salah satu output dari kegiatan tersebut adalah terbentuknya aplikasi pelaporan online.

Komisi II sedang mengembangkan aplikasi SIADPA Online
“Sebelum acara ini ditutup, aplikasi ini bisa selesai dan minggu depan akan langsung diujicobakan di beberapa satker di daerah” katanya.
Sesuai dengan janji Ketua Tim Nasional SIADPA Plus, Kamis pagi (8/12), Ketua Tim pengembangan aplikasi, M. Roy Irawan kepada badilag.net mengatakan bahwa hari ini (Kamis-red) aplikasi SIAPA Online yang merupakan optimalisasi dari NIR dan DS bisa diselesaikan.
Tidak Hanya Pengembangan Aplikasi
Disamping pengembangan system aplikasi SIADPA Online yang diketuai M. Roy Irawan, bidang lain yang disusun dalam pertemuan tersebut yaitu tutorial dan silabus atau materi pembelajaran dengan komandannya Tohir, SH., dan penyusunan pedoman pengelolaan informasi dan data perkara dan pedoman monitoring implementasi aplikasi SIDAPA SIADPTA yang diketuai Irwansyah, SH.
Sinkronisasi template dan variable aplikasi SIADPA dan SIADPTA ditangani oleh Komisi IV yang dikomandani H. Abdurrahman, S.Ag., hakim Pengadilan Agama Martapura.
Informasi yang diperoleh badilag.net dari masing-masing juru bicara tim, 90% target pekerjaan sudah bisa diselesaikan.
“Hari ini, Insya Allah sudah bisa diselesaikan. Tinggal menunggu Tim II sebagai dasar penyusunan tutorial SIADPA Online” Tohir, Ketua Tim I meyakinkan.
Sangat Penting Standarisasi Variabel dan Template
Dalam beberapa kesempatan, Irwansyah bekali-kali mengutarakan bahwa pengembangan aplikasi SIADPA dilatarbelakangi oleh masih banyaknya permasalahan mendasar yang perlu segera dibenahi.
Misalnya sekarang ini, variable-variabel dan blanko-blanko yang dipakai dalam aplikasi SIADPA masih bervariasi dan tidak seragam.
“Disamping itu, untuk pangadilan tingkat banding, masih banyak register-register banding yang belum terakomodir karena belum tersedia blanko-blankonya dalam aplikasi SIADPTA” katanya.
Dengan kondisi system aplikasi yang bersifat local dengan variable yang tidak seragam, maka standarisasi variable dan template dipandang penting terutama jika akan membangun aplikasi SIADPA Online terpadu.
M. Roy Irawan, Kasubbag Kepegawaian PA Semarang yang juga anggota Tim Nasional SIADPA berpendapat bahwa salah satu dasar yang dapat mempercepat proses transfer data dalam aplikasi online adalah keseragaman variable dan blanko-blanko.
(Hirpan Hilmi) | Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 2537 | 43 | | Kam. 17 | 1 | 0 | | Rab. 16 | 1 | 0 | | Sel. 15 | 5 | 0 | | Sen. 14 | 3 | 0 | | Ming. 13 | 5 | 0 | | Sab. 12 | 6 | 0 |
|
Comments
semoga bisa diterima oleh smw pihak sehingga hasil kerja keras ini ndak sia - sia nantinya
Upaya pengembangan sistem IT di PA menjadi nilai plus bagi instansi peradilan agama. Semoga upaya ini tidak akan pernah berhenti..!
SOSIALISASI DI PA nya KITA TUNGGU.....
Kedepan pola bindalmin yang selama ini kita taati akan lebih efektif bila tidak lagi memerlukan meja-meja dan rak-rak arsip yang besar dan panjang, namum cukup dari meja1, ke meja berikutnya semua berjalan lewat komputer. Saya berkeyakinan suatu saat kita tidak lagi banyak menggu nakan buku ataupuin kertas, data dimuat ditetrima diolah dan dikirim semua menggunakan elektronik. Dan ini bisa diseragamkan.
siadpa plus sudah menjadi kebutuhan yg tidak bisa ditunda karena aplikasinya harus dengan segera secara merata dan dapat dilaksanakan sehingga dibutuhkan keseragaman blanko-blangko yg masuk dalam siadpa di seluruh Indonesia, sehingga kerjanya juga bisa sama cepat dan tepat. mudah-mudahan aja mulainya di tahun 2010 sudah berjalan dengan baik. Amin
mungkid siap melaksanakan semua aturan..
semangat senior senior semua,hwehehehhe..
yang penting informasinya jangan sampai rancu, ma tu aplikasi berbasis web nya di sempurnain sebelum d launching,,, semangat gan..