Sabtu, 19 April 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 5 | (17/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Diklat Hakim Ekonomi Syari'ah Tahun 2014 | (16/4)
PENGUMUMAN : Ralat Perubahan Tempat Kegiatan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan II tahun 2014 | (15/04)
PENGUMUMAN : Permohonan Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun 2014|(14/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Administrasi Peradilan Agama Angkatan II | (11/4)

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Pemantapan Kode Etik dan Perilaku Hakim Dari Komisi Yudisial | (11/4)
PENGUMUMAN : Format BAS dan Putusan | (8/4)

PENGUMUMAN : Hasil Rapat Pimpinan dan TPM Mahkamah Agung RI | (8/4)
PENGUMUMAN : Penulisan Nama, NIP dan Tempat/Tanggal Lahir dalam Aplikasi SIMPEG Online | (1/4)
PENGUMUMAN : Optimalisasi Aplikasi SIADPTA Plus | (27/3)

PENGUMUMAN : Verifikasi dan Validasi Data Kepegawaian 2014 | (21/03)
VIDEO : Kuliah Berseri Peradilan Agama -- Seri 4 | (21/03)
PENGUMUMAN : Usulan Rencana Kinerja Tahunan DIPA 04 Ditjen Badilag | (21/03)
VIDEO: Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 3 | (17/3)
PENGUMUMAN :
Pemanggilan Peserta Sosialisasi Hukum Acara Ekonomi Syariah (KHAES) | (17/3)
PENGUMUMAN : Pembaharuan Data SDM Berbahasa Asing | (17/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Workshop Bagi Hakim Pengadilan Agama | (14/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Orientasi Peningkatan Tenaga Teknis Pemberkasan Perkara Kasasi/PK di Bandar Lampung | (14/3)
SURAT EDARAN : Pemberitahuan (PENIPUAN) | (14/3)




Tambahkan ke Google Reader
Khutbah Idul Fitri 1430 H (Oleh: Asep Farhanil Ibad, S.Ag.) PDF Cetak E-mail
Hikmah Badilag - Hikmah Badilag
Kamis, 17 September 2009 18:34

LIMA BENCANA AKIBAT RUSAKNYA AKHLAK

 Oleh : Asep Farhanil Ibad, S.Ag.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر،لا إله إلا الله والله اكبر، الله اكبر و لله الحمد .

 الحمد لله حمد عبد لاينتصرلنفسه فينتصرله موله القديرالحكيم، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له شهادة امرئ رضى أن يكون مغلوبافى الشر ليغيظ الشيطان الرجيم، وأشهد أن محدا عبده ورسوله الذى شهد له ربه بأنه على خلق عظيم، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه وكل ذي دين قويم، أما بعد : فيا أيها الحاضرون ! اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون، وبادروا بالأعمال الصالحات يرحمكم برحمته ويغفر لكم ذنوبكم ويدخلكم جنة تجري من تحتها الأنهاروذلك الفوز العظيم .

 قال الله تعالى في القرآن الكريم، أعوذ باالله من الشيطان الرجيم : واتقوا فتنة لا تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة واعلموا أن الله شديد العقاب.

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : خمس لخمس، ما نقص قوم العهد إلا سلط عليهم عدوهم، وماحكموا بغيرماأنزل الله إلا فشافيهم الفقر، ولاظهرت بيهم الفاحشة إلا فشا فيهم الموت، ولاطففواالمكيال إلامنعواالنبات وأخذوابالسنين، ولامنعواالزكات إلاحبس عنهم القطر (رواهالطبرانى عن ابن عباس)

Hadirin Kaum Muslimin, Muslimat Jama’ah ’Idil Fitri Rahimakumullah !

Di pagi hari ini bahkan sejak terbenamnya matahari kemarin petang, suara Takbir, Tahlil dan Tahmid menggema dikumandangkan oleh ribuan bahkan jutaan umat Islam di berbagai belahan penjuru dunia dari berbagai bangsa dan berbagai tingkatan status sosial dengan penuh khidmat dan ikhlas berserah diri kepada Allah SWT. yang telah melimpahkan ni’mat-Nya.

Roda kehidupan terus berputar dan berjalan semakin cepat yang menimbulkan bermacam-macam keadaan dan perubahan sikap manusia yang hidup di dunia ini. Semua ikut berubah, tidak satupun yang tetap pada suatu keadaan, tidak seorangpun manusia yang tahu secara yakin apa yang akan terjadi dan menimpa dirinya وما تدرى نفس ماذا تكسب غدا (dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok). Kadang-kadang kita belum siap menerima suatu keadaan dan perubahan, namun secara tiba-tiba perubahan sudah menimpa kita dan tidak bisa kita hindari.

Untuk itu, ummat Islam telah diperintahkan oleh Allah SWT. agar senantiasa waspada menghadapi berbagai perubahan  terutama perubahan yang jelek sebagai akibat dari perbuatan jahat karena melanggar undang-undang dan aturan serta ketentuan-ketentuan umum yang telah Allah tetapkan sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:

أفأمن أهل القرى أن يأتيهم بأسنا بياتا وهم نائمون – أوأمن أهل القرى أن يأتيهم بأسنا ضحى وهم يلعبون – أفأمنوا مكرالله فلا يأمن مكرالله إلاالقوم الخاسرون.

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur ? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain ? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (Q.S. Al-A’raf : 97-99)

الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر ولله الحمد

Hadirin Kaum Muslimin, Muslimat Jama’ah Idil Fitri Rahimakumullah !

Lebih jauh dari itu, ada hal yang sangat penting kita waspadai dan kita yakini bahwa apabila Allah menimpakan suatu bencana atau azab kepada suatu kaum atau suatu bangsa yang telah berbuat zalim, berbuat kerusakan dan bertindak sewenang-wenang di muka bumi, bencana atau azab tersebut tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim dan telah berbuat kerusakan atau berlaku sewenang-wenang saja, tetapi orang-orang ta’at dan yang saleh-pun akan ikut terkena dan merasakan imbasnya. Firman Allah:

واتقوا فتنة لا تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة واعلموا أن الله شديد العقاب

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Q.S. Al-Anfal : 25)

Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW. telah memberitahukan kepada kita bahwa ada lima hal yang akan mengundang datangnya azab Allah kepada suatu kaum (bangsa). Beliau bersabda:

خمس لخمس، ما نقص قوم العهد إلا سلط عليهم عدوهم، وماحكموا بغيرماأنزل الله إلا فشافيهم الفقر، ولاظهرت بيهم الفاحشة إلا فشا فيهم الموت، ولاطففواالمكيال إلامنعواالنبات وأخذوابالسنين، ولامنعواالزكات إلاحبس عنهم القطر (رواه الطبرانى عن ابن عباس)

Lima hal yang akan menimbulkan datanynya lima bencana (azab), bangsa yang suka mengingkari janji akan menyebabkan dikuasai oleh musuhnya, yang tidak menerapkan hukum Allah akan dilanda kemiskinan, yang membiarkan merajalelanya kejahatan akan dilanda bencana yang merenggut banyak korban jiwa, yang melakukan kecurangan (dalam perdagangan) akan dilanda musim paceklik dan rusaknya dalam bidang pertanian, yang tidak mau membayar zakat tidak akan diberi hujan dan akan dilanda musim kemarau yang sangat panjang. (H.R. Thabrani dari Ibnu ‘Abbas)

Ke lima perbuatan zalim yang sangat membahayakan dan merusak tatanan hidup suatu kaum (bangsa) itu adalah:

1. Ingkar Janji

Aqad (janji) adalah ikatan suci yang wajib kita pelihara kesuciannya dan tidak boleh dipermainkan. Aqad (janji) meliputi janji prasetia hamba kepada Allah, perjanjian kepada diri sendiri dan perjanjian yang dibuat oleh manusia dalam pergaulan dengan sesama. Mengkhianati setiap perjanjian yang terjadi antara seorang Muslim dan orang lain haram hukumnya sekali pun orang yang diajak berjanji itu adalah seorang kafir.

Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditunaikan. Betapa banyak orangtua yang mudah mengobral janji kepada anaknya tapi tak pernah menunaikannya. Betapa banyak orang yang dengan entengnya berjanji untuk bertemu namun tak pernah menepatinya. Dan betapa banyak pula orang yang berhutang namun menyelisihi janjinya. Bahkan meminta udzur pun tidak. Padahal, Rasulullah telah banyak memberikan teladan dalam hal ini termasuk larangan keras menciderai janji dengan orang-orang kafir sekali pun.

Manusia dalam hidup ini pasti ada keterikatan dan pergaulan dengan orang lain. Maka setiap kali seorang itu mulia dalam hubungannya dengan manusia dan terpercaya dalam pergaulannya bersama mereka, maka akan menjadi tinggi kedudukannya dan akan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Sementara seseorang tidak akan bisa meraih predikat orang yang baik dan mulia pergaulannya, kecuali jika ia menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji. Dan di antara akhlak terpuji yang terdepan adalah menepati janji. Sungguh Al-Qur`an telah memperhatikan permasalahan janji ini dan memberi dorongan serta memerintahkan untuk menepatinya. Allah SWT. berfirman:

ياأيهاالذين آمنوا أوفوا بالعقود

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad (janji-janji) itu …. (Q.S. Al-Maidah : 1)

وأوفوا بالعهد إن العهد كان مسئولا

…….. dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S. Al-Isra : 34)

Dalam hadits tersebut di atas dijelaskan bahwa apabila suatu kaum (bangsa) baik itu penguasa, rakyat biasa, pengusaha, birokrat, politikus dan yang lainnya sudah banyak mengumbar janji tapi mereka selalu mengingkarinya, maka Allah akan menimpakan bencana (azab) kepada kaum (bangsa) tersebut berupa bencana (azab) yang bersifat nasional, yaitu kaum (bangsa) tersebut akan dijajah oleh musuh-musuhnya dalam berbagai bidang, baik dibidang politik, ekonomi, dan budayanya. Kaum (bangsa) tersebut akan selalu menjadi sasaran fitnah musuh-musuhnya, dipermainkan, diolok-olok dan menjadi bulan-bulanan musuhnya, sehingga kaum (bangsa) tersebut semakin tertinggal, terpuruk dan ambruk.

Para pengkhianat perjanjian hidupnya akan berakhir dengan kemalangan. Allah telah banyak memperlihatkan contoh-contoh dalam Al-Qur’an seperti halnya kaum (bangsa) Yahudi yang selamanya selalu mengingkari janji sehingga Allah menurunkan bencana (azab) secara merata, mereka dikutuk oleh Allah dari zaman ke zaman. Bagaimana kisah tentang nasib tiga kelompok Yahudi Madinah, yaitu Bani Quraizhah, Bani An-Nadhir, dan Bani Qainuqa’ yang berkhianat setelah mengikat tali perjanjian dengan Rasulullah SAW. yang berujung dengan kehinaan, diantara mereka ada yang dibunuh, diusir, dan ditawan. Allah berfirman:

فبما نقضهم ميثاقهم لعنهم وجعلنا قلوبهم قاسية

(tetapi) Karena mereka melanggar janjinya, kami kutuk mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. (Q.S. Al-Maidah : 13)

الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر ولله الحمد

Hadirin Kaum Muslimin, Muslimat Jama’ah Idil Fitri Rahimakumullah !

2.  Menghukumi selain dengan hukum Allah

Dalam Al-Quran telah diatur secara lengkap tentang pokok-pokok hukum mengenai berbagai persoalan baik yang mengenai perdata, pidana, kekeluargaan, yang berkaitan dengan kemanusiaan, kehidupan bermasyarakat dan bernegara serta hubungan antar bangsa dan antar negara.

Yang menjadi salahsatu unsur utama dan pokok yang sangat penting dalam hukum Islam aturan Allah adalah KEADILAN. Secara umum Allah telah memerintahkan supaya manusia menegakan keadilan, dan apabila menjatuhkan atau menetapkan suatu hukum harus dengan dasar-dasar dan prinsip keadilan. Firman Allah:

وإذا حكمتم بين الناس أن تحكموا بالعدل، إن الله نعما يعظكم به، إن الله كان سميعا بصيرا

..... dan (Allah menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. An-Nisa : 58)

Untuk menegakan keadilan di muka bumi, sejak zaman dahulu Allah telah mengutus para Rasul kepada kaum-kaum (bangsa-bangsa) terdahulu dengan dibekali kitab suci yang berisikan pokok-pokok atau dasar-dasar hukum dalam menegakan keadilan di tengah-tengah masyarakatnya. Firman Allah:

لقد أرسلنا رسلنا بالبينات وأنزلنا معهم الكتاب والميزان ليقوم الناس بالقسط

Sesungguhnya kami Telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Telah kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. (Q.S. Al-Hadid : 5)

Hukum Islam yang sumbernya dari wahyu Ilahi, bukan ciptaan manusia dipastikan lebih lengkap dan lebih sempurna mengandung unsur-unsur keadilan. Seluruh putusan dan tindakan hukum yang didasarkan atas rasa keadilan akan menimbulkan ketentraman dan ketenangan. Oleh karena itu, dalam hadits Rasulullah tersebut di atas dijelaskan bahwa orang-orang atau kaum (bangsa) yang menghukumi dengan tidak memakai prinsip keadilan akan ditimpa bencana (azab) berupa Kemiskinan dan Kefakiran yang berati akan mengalami kekurangan berbagai hal yang lambat laun akan menimbulkan kehancuran. Rasulullah SAW. bersabda:

إنما أهلك الذين من كان قبلكم أنهم كانوا إذا شرق فيهم الشريف تركوه وإذا شرق فيهم الضعيف أقاموا عليهم الحد

Sesungguhnya penyebab kehancuran kaum (bangsa) sebelum kamu adalah karena apabila para penguasa (orang yang dianggap mulia) melakukan pelanggaran hukum (mencuri) mereka biarkan (tidak dijatuhi hukuman), tetapi apabila orang lemah (rakyat biasa) yang melakukan pelanggaran hukum (mencuri) mereka dihukum dengan seberat-beratnya.

Seluruh ajaran dan syari’at samawi terbangun diatas tiang keadilan dan keseimbangan. Maka keadilan manjadi komponen utama dari sya’riat utama para Nabi dan Rasul. Dan dalam sya’riat terakhir; Islam, gambaran tentang keadilan lebih rinci dan kuat. Menegakkan keadilan merupakan keharusan diwaktu aman bahkan dalam keadaan perang sekalipun. Dan Islam menjadikan berlaku adil kapada musuh sebagai hal yang mendekatkan kepada ketaqwaan. Firman Allah:

ياأيهاالذين آمنوا كونوا قوامين لله شهدآء بالقسط ولا يجرمنكم شنأن قوم على ألا تعدلوا إعدلوا هو أقرب للتقوى واتقوا الله إن الله خبير بما تعملون

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Maidah:8)

Untuk merealisasikan hal ini, Islam tidak hanya menyuruh berbuat adil, tapi juga mengharamkan kezaliman dan melarangnya dengan sangat keras. Perlakuan yang sama sangat ditekankan khususnya dihadapan hukum. Faktor yang membedakan antara satu orang dengan yang lain adalah taqwa dan amal shaleh, (iman dan ilmu). Firman Allah:

ياأيهاالناس إنا خلقنكم من ذكروأنثى وجعلنكم شعوبا وقبائل لتعارفوا إن أكرمكم عند الله أتقاكم إن الله عليم خبير

Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al-Hujurat:13)

Karena sangat pentingnya unsur keadilan dalam menjatuhkan suatu hukum, Allah SWT. memberikan gelar kepada orang yang menjatuhkan hukum selain dengan hukum Allah (tidak memenuhi rasa keadilan) dengan firman-Nya sebagai berikut:

ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون

.........barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Q.S. Al-Maidah : 44)

ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الظالمون

.........barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-Maidah : 45)

ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الفاسقون

.........barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasiq. (Q.S. Al-Maidah : 47)

3. Ma’siat

Apabila ma’siat dan kejahatan (Al-Fhisya) telah merajalela dikalangan masyarakat suatu kaum (bangsa), maka akan timbul wabah penyakit menular yang tidak ada obatnya dan mematikan.

Al-Fahsya menurut RAGIB AL-ASFAHANY yaitu suatu kejahatan besar yang dilakukan dengan ucapan atau perbuatan yang membawa akibat buruk dan kerusakan masyarakat, seperti zinah dan sebangsanya yang akibatnya tidak hanya menimpa orang yang melakukannya saja tetapi juga melanda orang lain bagaikan penyakit kanker atau tumor yang merasuk dan menjalar ke sekujur tubuh yang menyebabkan kematian. 

4. Manipulasi

Spekulasi dan manipulasi seperti mengurangi timbangan/takaran dan berbagai penipuan lain baik dalam hal bermu’amalah maupun hal-hal yang lain. Korupsi, kolusi, suap menyuap dikalangan birokrasi, itu semua itu akan mengundang bencana (azab) Allah yang berupa rusaknya tanam-tanaman, munculnya berbagai hama dan penyakit yang merusak tanaman dan musim paceklik yang berkepanjangan, sehingga mangakibatkan petani mengalami kerugian dan penduduk menderita kemiskinan serta kelaparan.

Kita sering mendengar dan bahkan menyaksikan baik secara langsung maupun melalui media massa, sekelompok petani tanamannya tidak bisa dipanen karena puso, karena hama, karena kekeringan dan lain-lain.

Manipulasi merupakan perbuatan curang yang bertujuan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri dan merugikan orang lain. Tidak perduli orang lain atau rakyat menderita, wong cilik hanya dijadikan tameng untuk memuluskan dan meluluskan langkah kerakusan dan keserakahannya. Allah telah memperingatkan dengan firman-Nya:

ولا تبخسوا الناس أشيآئهم ولا تعثوا فى اللأ رض مفسدين

Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan. (Q.S. As-Syu’ara : 183)

5.  Tidak membayar zakat

Apabila masyarakat suatu kaum (bangsa) tidak mau mengeluarkan zakat, tidak rela berinfaq, azab yang Allah akan timpakan adalah adanya musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga banyak manusia dan hewan ternak kehausan, tanaman mati kekurangan air. Manusia bukan hanya kepanasan secara fisik saja, tapi panas fikiran dan perasaan (stres)  yang akan mengakibatkan kematian. 

Sebagaimana sudah kita ketahui bahwa zakat yang wajib dikeluarkan oleh orang-orang kaya atau yang sudah nisab mengandung aspek sosial untuk menolong dan membantu meringankan beban orang miskin dan dalam rangka pemerataan rizki, keadilan sosial dan kemakmuran, mengurangi jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم ، أقول قولي هذا أستغفرالله العظيم لي ولكم ولسا ئرالمسلمين والمسلمات ، إنه جواد كريم رؤف رحيم .

خطبة الثا نية

الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر،

الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا ، لا إله إلا الله وحده ، صدق وعده ، ونصر عبده ، وأعز جنده ، وهزم الأحجاب وحده ، لا إله إلا الله والله اكبر الله اكبر و لله الحمد

الحمد لله رب العالمين حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه ، حمدا يوافي نعامه ويكا فئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك،  أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محدا عبده ورسوله ، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه، أما بعد : فيا عباد الله ، أوصيكم وإياي بتقوى الله وطاعته بامتثال أوامره واجتناب نواهيه .

قال الله تعالى في القرآن الكريم، أعوذ با الله من الشيطان الرجيم : إن الله وملائكته يصلون على النبي ، يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما .

اللهم صل على محمد، وعلى آل محمد، كما صليت على إبراهيم، وعلى آل إبراهيم، وبارك على محمد، وعلى آل محمد، كما باركت على إبراهيم، وعلى آل إبراهيم، في العالمين إنك حميد مزيد .

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات، برحمتك يا أرحم الراحمين.

اللهم أنت ربنا لا إله إلا أنت خلقتنا، نحن عبادك ونحن على عهدك ووعدك مااستطعنا، نعوذ بك من شر ما صنعنا، نبؤ لك بنعمتك علينا، ونبؤ بذنوبنا، فاغفر لنا ذنوبنا فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت .

ربنا اغفر لنا ذنوبنا ولوالدينا وارحمهما كما ربيانا صغارا . ربنا اغفر لنا ذنوبنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ، ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤف رحيم .

اللهم ألف بين قلوبنا المؤمنين والمؤمنات ، وثبت أقدامنا على دينك وعلى طاعتك سبحانك إنا كنا من الظالمين

اللهم اجعلنا من الذين يفعلون ما أمرتنا به أن يوصل من الآرحام ، ومن الذين أصلحوا بين إخوتهم المؤمنين .

اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا ، وأصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا ، وأصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا ، واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير ، واجعل الموت راحة لنا من كل شر .

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار، سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين . والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته .

TanggalViewsComments
Total18360
Sab. 1920
Jum. 1810
Kam. 1710
Sel. 1530
Sen. 1410
Sab. 1210
LAST_UPDATED2
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 992 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS