Tiga Pejabat dan Seorang Pegawai Badilag Purnabhakti
Jakarta l Badilag.net
Tiga pejabat dan seorang pegawai Ditjen Badilag menjalani masa purnabhakti. Dihadiri hampir seluruh pejabat dan pegawai Badilag, acara pelepasan keempat abdi negara itu digelar di ruang pertemuan lantai 11 Gedung Sekretariat MA, Jumat (3/2/2012).
Drs. H. Endra Jumhana, SH, MH adalah pejabat pertama yang purnabhakti. Kepala Bagian Organiasi dan Tata Laksana ini pensiun setelah mengabdi selama 30 tahun 10 bulan, mulai 1 Maret 1982 hingga 1 Februari 2012.
Pejabat kedua yang purnabhakti tahun ini adalah Hj. Yuhenni Hasfa, BA. Menjadi abdi negara mulai 1 Maret 1982 hingga 1 Desember 2011, Kepala Sub Bagian Pensiun dan Pemberhentian ini mengabdi selama 28 tahun 9 bulan.

Dirjen Badilag Wahyu Widiana memberikan cinderamata kepada pegawai Ditjen Badilag yang memasuki masa purnabhakti.
Pejabat berikutnya yang purnabhakti tahun ini adalah Hj. Heri Sulaksmi, S. Sos. Kepala Seksi Wilayah I Mutasi Panitera ini mengabdi selama 35 tahun 8 bulan, dari 1 Maret 1976 hingga 1 November 2011.
Satu pegawai yang pensiun adalah Tatang, staf di Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Agama. Ia mengabdi selama 29 tahun 10 bulan mulai 1 Maret 1982 hingga 1 Januari 2012.
Sekretaris Ditjen Badilag Farid Ismail menyatakan, tiga pejabat yang purnabhakti itu dulu adalah pegawai Departemen Agama. Sementara itu, Tatang sedari awal memang bekerja di Mahkamah Agung.
“Perlu kesiapan mental. Jangan sampai Post Power Sindrome. Di sini biasa dilayani, di rumah melayani. Di masyarakat sangat berbeda dengan di sini. Lebih majemuk,” Farid Ismail berpesan.
Endra Jumhana, yang didaulat memberikan kesan-pesan, mengatakan bahwa banyak hal positif yang dijumpai dan dirasakannya selama mengabdi untuk peradilan agama.
“Selama kepemimpinan Pak Wahyu (Dirjen Badilag—red) positifnya banyak sekali. Tapi kita jangan lupa diri,” ujarnya.

Mantan pejabat eselon III yang lahir dan besar di lingkungan militer ini juga mengingatkan pentingnya berbuat baik dan kebersamaan dalam bekerja. “Jangan hanya duit saja yang dipikirkan. Dulu lebih sulit. Tidak semua kegiatan ada duitnya,” ungkapnya.
Lelaki berdarah Sunda inipun memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan. Ia memungkasi kesan-pesannya dengan menyenandungkan sebaris lagu Ahmad Albar. “Dunia ini panggung sandiwara….,” ucapnya.
Akan menyusul
Dirjen Badilag Wahyu Widiana mengucapkan selamat kepada para pejabat dan pegawai yang memasuki masa purnabhakti dengan baik. Sebab, tidak semua abdi negara bisa mencapai masa purnabhakti sesuai ketentuan. “Misalnya karena sakit, meninggal atau sampai di akhir tapi tidak mulus,” ungkapnya.
Dirjen Badilag juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan para pejabat dan pegawai itu selama masa kerja. “Mudah-mudahan dedikasi itu menjadi amal sholeh dan mendapat pahala yang dapat dirasakan di yaumil akhir,” tuturnya.
“Kami juga memohon maaf manakala terjadi hal-hal yang kurang berkenan. Kita manusia yang banyak kehilafan, kekeliruan. Karena itu secara ihlas kita perlu saling memaafkan,” Dirjen menambahkan.

Kepada para pejabat dan pegawai yang baru saja dilepas, Dirjen mengharapkan, walaupun secara formal sudah di luar kedinasan, tatapi hubungan batin dan hubungan kekeluargaan perlu terus dijaga. “Jangan sampai lupa, kita warga MA, khususnya peradilan agama. Di MA ada persatuan purnabhakti. Itu bisa dimanfaatkan untuk silaturrahmi,” ungkapnya.
Dan kepada para pejabat dan pegawai yang masih aktif bekerja, Pejabat eselon I yang juga akan memasuki masa purnabhakti pada tahun 2012 ini mengingatkan, “Cepat atau lambat, kita juga akan mengikuti Pak Endra, Bu Henni, Bu Heri dan Pak Tatang.”
(hermansyah) | Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 27775 | 72 | | Kam. 17 | 3 | 0 | | Sel. 15 | 2 | 0 | | Sen. 14 | 5 | 0 | | Ming. 13 | 2 | 0 | | Sab. 12 | 1 | 0 | | Jum. 11 | 5 | 0 |
|
Comments
Pak Endra dkk di Badilag, saya pribadi mengenal bapak-bapak sebagai abdi negara dan abdi pegawai yang baik, saya yakin di luar sana banyak tempat yang menanti bapak-bapak untuk mengabdi. Syukur Alhamdu lillah purnabakti dengan mulus semaga akan semakin sehat, jangan pernah berhenti untuk berzikir dan berfikir.
Mudah2an goresan tinta dan cucuran keringat pak Endra, Uwa Hj. Heni, bu Heri, dan pak Tatang yg telah mengabdi sekian lama untuk negara, Allah SWT mencatat sebagai amal shaleh di sisi-Nya. saya ucapkan selamat purnabhakti kepada Ibu dan Bapak semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan kepada kita semua, akhir kata sy mohon maaf bila selama bergaul ada salah dan khilaf. Amin Yaa Rabb al-'aalamin. Salam
Selamat sekali lagi kami ucapkan Selamat.
Syukron wal 'afwu.