Kamis, 17 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Hukum Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi | (10/5)
PENGUMUMAN : Daftar 40 Nama Calon Peserta Diklat Ekosyar, Saudi Arabia, Angk. Ke-2 | (04/05)
PENGUMUMAN : Rumusan Bimtek Kompetensi Hakim PA Angkatan II dan III Tahun 2012 | (24/04)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Surat Pengembalian Peserta dan Rumusan Bimtek angkata I | (4/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Di Kejaksaan Agung, Dirjen Badilag Membeber Rahasia Dapurnya (12/1) PDF Cetak E-mail
Oleh Hermansyah   
Kamis, 12 Januari 2012 09:07

Di Kejaksaan Agung, Dirjen Badilag Membeber Rahasia Dapurnya

Jakarta l Badilag.net

“Kami juga sudah melakukan perubahan-perubahan. Tetapi mengapa yang kami lakukan ini belum menggema? Jangankan di luar, di dalam pun belum. Jadi, faktor sebenarnya apa sih?”

Yang mengucapkan kata-kata itu adalah Ibu Aryani. Sehari-hari ia mengepalai Bagian Umum Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung. Yang ditodongnya untuk memberikan jawaban adalah Pak Wahyu—sapaan akrab Dirjen Badilag Mahkamah Agung Wahyu Widiana.

Rabu siang (11/1/2011), Dirjen Badilag memang diberi kehormatan untuk menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Pimpinan Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung. Yang hadir dalam diskusi yang diprakarsai Changes for Justice Project USAID itu puluhan. Ibu Aryani adalah salah satunya.

“Berdasarkan pengalaman kami,” kata Pak Wahyu, “yang terpenting adalah kita harus mampu memberikan kebanggaan.”

Teknisnya, menurut Pak Wahyu, adalah mempublikasikan pelbagai prestasi atau pencapaian-pencapaian yang kita raih. “Dengan begitu, bawahan kita akan bangga terhadap institusinya. Mereka pun memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab yang tinggi. Dampaknya, mereka semangat dan kinerja semakin baik.”

Sisi lainnya, Pak Wahyu menambahkan, bila ada anggota organisasi yang tidak sesuai dengan image yang sudah kadung melekat kuat, mereka akan malu.

Publikasi tentu memerlukan media. Ditjen Badilag Mahkamah Agung memiliki badilag.net. Media online ini betul-betul dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari surat-menyurat hingga memberitakan hal-hal positif yang dapat memotivasi warga peradilan agama yang tersebar di 359 pengadilan tingkat pertama dan 29 pengadilan tingkat banding.

“Ini contohnya. Pada tahun baru 2012 kami menerima kado istimewa. Peradilan agama diulas di jurnal internasional yang terbit di Amerika Serikat. Hal-hal seperti ini kami tulis di situs dan dampaknya luar biasa,” kata Pak Wahyu, sembari mengarahkan audiens untuk melihat sebuah berita badilag.net di layar presentasi.

“Lalu bagaimana memberikan penghargaan kepada pegawai? Selama ini yang kami lakukan terbatas pada penghargaan kepada unit kerja, tidak sampai kepada individu-individu,” Ibu Aryani menambah pertanyaannya.

Pak Wahyu, yang siang itu menyajikan materi berjudul “Peningkatan Kinerja Organisasi Melalui Penghargaan dan Insentif”, menjawab taktis: “Kata kuncinya adalah perhatian.”

Remunerasi atau tunjangan khusus, menurut Pak Wahyu, adalah insentif yang diberikan negara yang sangat berpengaruh terhadap kinerja. Tapi remunerasi saja tidak cukup. Diperlukan juga perhatian yang sifatnya immaterial, dari atas ke bawah, baik dalam situasi formal maupun nonformal.

Di peradilan agama, individu-individu yang memiliki prestasi atau kemampuan menonjol akan mendapat perhatian lebih. Pak Wahyu mengungkapkan, perhatian itu di antaranya diwujudkan dengan cara menarik mereka ke pusat, dilibatkan dalam tim khusus, atau difasilitasi untuk melanjutkan belajar ke luar negeri.

“Kami bahkan pernah mengajak staf yang masih honorer ke Australia. Staf ini punya kelebihan khusus di bidang IT,” tuturnya.

Mengenai penghargaan, Pak Wahyu berkisah, saat ini peradilan agama sedang menggelar religious courts reform awards. Dengan nada berpromosi, Pak Wahyu merinci satu per satu penghargaan itu, mulai dari penghargaan di bidang pelayanan publik dan meja informasi hingga penghargaan di bidang justice for all atau bantuan hukum yang terdiri dari sidang keliling, prodeo dan posbakum.

“Kami menggelar award-award itu tanpa anggaran khusus. Ya, kami lakukan bersama-sama saat melakukan pembinaan atau monitoring. Jadi, kami ini bonek alias bondo nekad,” tandas Pak Wahyu. Para anggota korps adyaksa yang hadir dalam pertemuan itu pun mengangguk-angguk.

Yang terpenting, ia melanjutkan, bukan wujud hadiah yang diberikan, melainkan perhatian pimpinan terhadap bawahannya. “Kami hanya memberikan sertifikat dan hadiah ala kadarnya, tapi kami berikan pada momen yang spesial. Mereka senang luar biasa. Sertifikat itu lalu dipajang di ruang tamu pengadilan. Mereka bangga,” ujarnya.

Pertanyaan lainnya datang dari M Dhofir. Sebagai pimpinan, rupanya rupanya kerap menghadapi situasi dilematis. “Kalau kita terlalu jauh dengan bawahan, kita akan kekurangan informasi. Kalau kita terlalu dekat dengan bawahan, kadang-kadang mereka suka ngelunjak. Bagaimana menurut Bapak?” ungkapnya.

Ditanya begitu, Pak Wahyu menjawab, “Kuncinya adalah keteladanan. Pimpinan tak perlu jaim atau jaga imej. Kita harus dekat dengan bawahan, tapi tetap proporsional. Kalau kita bisa menjadi teladan, bawahan nggak akan ngelunjak.”

(hermansyah)

TanggalViewsComments
Total3378389
Kam. 1710
Rab. 1640
Sel. 1570
Sen. 1440
Ming. 1330
Sab. 1230
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Nursal-PA Muara Bungo 2012-01-12 09:24
Setuju Pak Dirjen, sehingga menjadi menjadi tauladan bagi instasi lain, peradilan agama bukan lagi wujuduhu ka 'adamihi, salam sukses buat Pak Dirjen..
Reply
 
 
# Rahmat Arijaya 2012-01-14 10:33
Saya setuju juga Pak Nursal. Memberikan tauladan adalah cara yang paling efektif untuk mengembangkan dan mengkampanyekan ide-ide. Ini akan memberikan efek duplikasi yang bermanfaat dan positif.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA. Painan 2012-01-12 09:32
Pak Wahyu menjawab, “Kuncinya adalah keteladanan. Pimpinan tak perlu jaim atau jaga imej. Kita harus dekat dengan bawahan, tapi tetap proporsional. Kalau kita bisa menjadi teladan, bawahan nggak akan ngelunjak.”
Ya pak Wahyu. Kita jangan JAIM, tetapi tampillah apa adanya dengan prestasi yang diutamakan. Mudah-mudahan prestasi Badilag tetap meningkat dengan Kuantum Luar Biasa. Apa lagi di dalam tahun 2012 ini ada lagi satu mementum yang cukup bergengsi Peringat 130 Tahun PA. Semoga acara itu nantinya dari Planning awal sampai selesainya acara denagn LPJ-nya SUKSES LUAR BIASA. Sukses buat Pak Dirjen, Sukses buat Warga Badilag, Sukses buat Badilag, Sukses buat MA.RI dan sukses buat SEMUANYA. AMin !
Reply
 
 
# admin 2012-01-12 13:19
setuju pak..satu kunci lagi smile for all, itu juga senjata ampuh, kayaknya, palagi klu dapat senyum atasan,wuah, kerja jadi tambah semangat,... :lol: :lol:
Reply
 
 
# Ratu Ayu 2012-01-12 09:46
Ternyata itu toh jurus yg dpakai Pak WW sampai2 dapurnya bisa jadi bakal dicontoh tetangga. Tapi kenapa hny rewards? Barangkali utk kejaksaan, hasil survey beberapa lembaga survey bisa ditindaklanjuti, direview, yg tnyata memang mnjadi momok ya hrs ditindak, hrs ada punishment krn punishment juga bfungsi sbg rewards bagi yg lain, sbg i'tibar dan itu juga bentuk penyelamatan, penyelamatan individu, pada akhirnya akan bermuara pd keselamatan institusi. Badilag keren ya ... Great!
Reply
 
 
# H.AM hsb sidikalang 2012-01-12 09:59
Asww. Rupanya perhatian terhadap bawahan merupakan kunci keberhasilan Pak Dirjen dalam memimpin lembaga Badilag serta keteladanan buat bawahan, semoga sifat yang bapak terapkankan ini dapat kami terapkan didaerah menuju Peradilan yang Agung. Terima kasih
Reply
 
 
# H. Abd. Rasyid A, MH. PA-Mojokerto 2012-01-12 10:05
Satunya kata dengan perbuatan bagi seorang pemimpin merupakan kunci sukses untuk melakukan Reformasi Birokasi RB). Di samping memberikan penghargaan (reward) terhadap keberhasilan dan memberikan sanksi (punishment)bagi setiap pelanggaran. Hal inilah yg diterapkan di MA dan Dirjen Badilag yg dimotori Bp. Wahyu Widiana. Tips2 ini mudah2an bisa diterapkan di setiap institusi di negeri, kuhususmya di kejaksaan yg telah menerima remunerasi agar berhasil melakukan Reformasi Birokrasi (RB).
Reply
 
 
# Moh.Yasya PA Situbondo 2012-01-12 10:07
Memang buah dari kasih sayang dan ketulusan adalah Penghormatan, sebagai contoh biarpun seorang Kyai pakai sandal theklek tapi ummat masih ta'dhim kepada beliau. sepertinya bagi seorang pejabat yang harus dibangun adalah tentang persepsi diri ... pejabat adalah sebagai teladan dan pelayan bagi bawahannya sebagaimana pegawai adalah publik service. kalaulah ada satu atau dua orang yang ngelunjak jadikanlah itu sarana utk pembelajaran penerapan ilmu kepemimpinan yg dimiliki.
Reply
 
 
# ahmad satiri@PA Tanggamus 2012-01-12 13:39
I do Agree pak ketua...
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-01-12 10:10
Saya setuju sekali dengan Bapak Dirjen bahwa keteladanan adalah kunci sukses memimpin suatu organisasi, seorang pemimpin memilki kriteria shdiiq, amanah, tabligh dan fathonah
Reply
 
 
# husni syam pta babel 2012-01-12 10:12
Memang benar kata pak Dirjen didalam memimpin suatu instansi tidak perlu JAIM (jaga imej) tetapi yg terpenting adalah keteladanan seorang pemimpin serta dekat dg bawahan, demikianlah adanya pak Dirjen kita yg patut kita teladani.Terima kasih P.Dirjen yg selalu berjuang buat kemajuan2 PA.
Reply
 
 
# Mekkadilaga 2012-01-12 10:13
Sebagai mana menyebut kami agan dan aganwati , komunikasi terasa terbangun semakin dekat, hal demikian juga tidak mengurangi proporsi bapak sebagai Dirjen, itu yang membuat kami bangga punya Dirjen seperti Bapak , terimkasih atas motifasinya
Reply
 
 
# agusmas badilag 2012-01-12 10:37
betuuul, keteladanan dari seorang pemimpin menjadi kunci keberhasilan
Reply
 
 
# Erlan Naofal-PA.SIDIKALANG 2012-01-12 10:45
Apa yang dipaparkan oleh pak dirjen di institusi kejaksaan mudah2an membawa keberkahan dan perubahan mendasar pada instansi tersebut sehingga lembaga-lembaga penegak hukum di Negara ini semakin baik dan semakin meraih kepercayaan publik
Reply
 
 
# Rahmi Hidayati PA Manna 2012-01-12 10:54
Penampilan Pak Dirjen di institusi lain membuat kami makin bangga menjadi bagian dari Badilag....
Reply
 
 
# Asti PTA Jakarta 2012-01-12 11:10
Salut dengan Pak Dirjen. Pribadi yang harus dicontoh. Kalau bisa pensiun bapak diundur aja, gimana....?!!
Reply
 
 
# Chrisnayeti, Badilag 2012-01-12 11:20
Betul itu keteladanan yang akan dicontoh oleh bawahan. Meski mungkin keteladanan kini makin kering terasa tapi saya tetap salut pada Bapak yang tidak lupa pada dapurnya dengan tetap menoleh kebawah tuk berikan semangat agar tetap harmonis dalam jalankan tugas.
Reply
 
 
# Alimuddin M. Mataram 2012-01-12 11:30
Menjadi TELADAN memang tidak gampang, harus konsisten, jujur, apa adanya, satunya kata dan perbuatan, ikhlas, tidak cari muka dll. Meski sulit, namun kemampuan menerapkannya berarti kita telah mampu mengaplikasikan prototype Nabi Muhammad SAW yang karena keteladannya sehingga mampu mengubah masyarakat JAHILIYAH menjadi masyarakat MADANY hanya dalam tempo sekitar 23 tahun.
Reply
 
 
# Rena Anca - Badilag 2012-01-12 11:34
Setujuuuu bangeettt,,jd pemimpin tidak perlu jaim..justru apabila pimpinan yang low profile itu pasti banyak orang yang kagum bahkan di segani........hohoho,,yang jelas Dirjen Badilag itu murah senyum dan tidak sombong euy,mau menyapa bawahan duluan (patut di contoh).... ;-)
Reply
 
 
# Syaifuddin KPA Stabat 2012-01-12 11:35
Buah dari Keteladanan adalah penghargaan dan penghormatan, saya setuju kita tidak perlu merasa harus dihormati dan dikenang orang, tetapi hasil yang akan dipetik adalah penghargaan dan penghormatan. dengan demikian saya setuju tidak terlalu perlu ada rasa takut tak dihormati, yang terpenting satu kata dengan perbuatan. Terima Kasih Pak Dirjen semoga Kunjungan Bapak ke Kejagung menjadi amal jariyah. amin.
Reply
 
 
# Adli Minfadli Robby, Bambuapus 2012-01-12 11:40
Saya sangat salut terhadap Kejaksaan Agung yang telah semangat dalam menerima informasi dan mendengar pengalaman instansi lain dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Peradilan Agama juga sebaiknya tidak lupa daratan karena apresiasi orang tentang keberhasilan yang telah dicapai. Mestinya lebih banyak belajar lagi dari pengalaman orang. Masih banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Dan, siapa tahu justru instansi lain yang diam-diam itulah yang telah lebih maju dalam melaksanakan RB dan pelayanan publik dg baik. Selamat buat Badilag dan salut untuk Kejagung.
Reply
 
 
# Adil, PA Maninjau 2012-01-13 09:08
Salut dengan ditjen badilag, perubahan yang dilakukan dengan semangat pembaruan dan keikhlasan akan membuahkan hasil kerja luarbiasa... terima kasih atas tauladan dan kinerja pak Dirjen, semoga jadi ladang amal.. amin..
Reply
 
 
# # Zaenal Badilag 2012-01-12 11:44
Congratulations to Dirjen badilag pd khususnya dan keluarga besar Direktorat jenderal Badan Peradilan Agama pd umumnya, atas kepercyaan institusi lain kpd institusi kita dalam kemajuan2 yg telah kita capai slama ini, dgn kata lain byk institusi lain diluar sana yg memperhatikan kemajuan yg kita capai, smoga ini smua tdk mbuat kita terlena bahkan mengalami kemunduran,,dan smoga kemajuan2 yg kita beberkan mjd ladang pahala yg slalu subur sampai akhir zaman,,amien
Reply
 
 
# Noprizal, PA Bangko 2012-01-12 11:47
“Kuncinya adalah keteladanan. Pimpinan tak perlu jaim atau jaga imej. Kita harus dekat dengan bawahan, tapi tetap proporsional. Kalau kita bisa menjadi teladan, bawahan nggak akan ngelunjak.”
kutipan ini menunjakkan keteladanan yang ada pada Pak Dirjen,,, dan ini tentunya wajib menjadi contoh yg baik bagi pimpinan dilingkup Peradilan Agama. Salut buat pak Dirjen, berkat kerja kerasnya selama ini, bukan hanya dikenal di Lingkup Peradilan Agama, namun juga di instansi lainnya, bahkan sampai ke Luar Negeri,,, sukses Selalu Pak Dirjen
Reply
 
 
# Abu Zenita Kalianda 2012-01-12 11:58
Ass. Uswah itu bukan bahasa lisan tp bahasa tubuh, tetapi lisanpun bagian dari tubuh, alhasil lisan dan bahasa tubuh jd intrumen uswah. itu semua ada pd pak Dirjen. Contoh kecil jika qt sms atau tlp ke pak Dirjen pasti dibales atw dijawab, jika qt ketemu pak Dirjen dimana pun pasti menyapa dg senyum dan terkadang duluan menyapa dg tawadu. jd benar apa yg dikatakan pak Dirjen salah satu kunci keberhasilannya "menduniakan Badilag" adalah Uswah/tauladan dari Nahkoda disamping sejumlah kelebihan dan kecerdasan yg dimilikinya.Bisakah qt sbg generasi sprti beliau........?. Salam.
Reply
 
 
# Muh. Irfan Husaeni 2012-01-12 12:22
Insyaalloh keteladanan yang telah dilakukan Bapak Dirjen juga dilakukan pula oleh pimpinan di semua lini di lingkungan Mahkamah Agung, semoga.
Reply
 
 
# Shobirin, PA Kotabumi 2012-01-12 12:38
Luar biasa, presentasi pak Dirjen sangat impresif, layak mendapat gelar "MOTIVATOR ULUNG". dalam beberapa waktu saja beliau mampu membawa audiens terkesima dan berbalik lebih semangat untuk beraktifitas.
kami merasakan kepepimpinan beliau membawa bawahan terus semangat. semoga istiqamah. Amin
Reply
 
 
# Bohim Lee Bond, Badilag 2012-01-12 13:20
Assalamu'alaikum. W.W. Saya Kagum dan bangga kepada Kejaksaan Agung RI yang dengan Gentlemen dapat dan bisa menerima kekurangan-kekurangan,dan Saya juga lebih bangga dan lebih kagung sama Badilag, Khususnya Pak Dirjen yang telah memberikan kiat-kiat kesuksesannya dalam menakhodai Kapal Badilag. Selamat & Sukses Selalu euy .....!!!!!!
Reply
 
 
# Ibrahim Ahmad Harun, PA Masohi 2012-01-12 13:27
KUNCI SUKSES ADA PADA KETELADANAN
Reply
 
 
# ahmad satiri@PA Tanggamus 2012-01-12 13:37
intisari kunci sukses yang "wajib" dicontoh bagi penerus (pengganti) "pimpinan" yang akan datang...resep rahasia ini tidak menjadi "rahasia" lagi...
Reply
 
 
# Rahman - Tabanan 2012-01-12 14:13
dedikasi dan integritas Pak Dirjen tak diragukan lagi. kalau boleh usul besok kalau pensiun Bapak bisa melamar jadi hakim agung biar tetap masih bisa berkiprah dan memikirkan badilag/PA, mungkin lewat jalur non karir. mungkinkah...? tapi Doktornya gimana...??
Reply
 
 
# Harmen-PA. Kab.LK di Tanjung Pati. 2012-01-12 14:23
Dari pembicaraan yang disampaikan oleh Bapak Dirjen Badilag di Kejaksaan Agung, setelah dibaca dan direnungkan bahwa keberhasilan reformasi pada suatu Lembaga,dilatarbelakangi oleh :1. Adanya keteladanan dari atasan. 2.Adanya Religious Courts Reform award. 3.Disamping remonerasi dan insentif, 4. juga harus ada kemauan dan kerja keras, 5. Motifator, keseriusan dan perhatian yang sungguh-sungguh dari atasan ke bawahan,
Semoga jayalah selalu Bpk. Dirjen Badilag sebagai pelopor reformasi di jajaran Peradilan Agama.
Reply
 
 
# Haris Luthfi, Msy Kutacane 2012-01-12 14:29
betul. menjadi tauladan memberikan perhatian. dan Buah dari Ketauladanan itu adalah penghargaan dan penghormatan. sdedangkan buah dari perhatian itu adalah lahirnya rasa bangga. seperti kata Pak Wahyu "Yang terpenting bukan wujud hadiah yang diberikan, melainkan perhatian pimpinan terhadap bawahannya."
Reply
 
 
# Haardinal PTA Jypura 2012-01-12 14:47
Waaah luar biasa..!!! Semua kita tentu doyan atau suka DUREN, kali ini Pak Wahyu (Dirjen Badilag MA-RI)menjadi DUREN (pemanDU keREN)bagi Kejaksaan Agung dalam melakukan perubahan2 seperti yang dikehendaki Ibu Aryani dengan ungkapannya "Kami juga telah melakukan perubahan-perubahan, tapi kenapa tidak menggema?".All of us very proud Pak Wahyu, and Thanks.
Reply
 
 
# Sulaiman,Badilag 2012-01-12 14:52
Bapak Dirjen Badilag bukan cuma jago kandang saja tapi Jago Juga Diluar.
Reply
 
 
# bahrul 2012-01-12 14:54
adalah peristiwa yang berharga bagi badilag yang tiada lain PA dalam upaya memperkuat eksistensinya sebagai lembaga penegakkan hukum, sukses selalu pa Dirjen
Reply
 
 
# mame sadafal-PA Sidoarjo 2012-01-12 15:01
Selamat atas suksesnya pak dirjen membagi gagasan brilian bapak di depan institusi kejaksaan tentang reformasi birokrasi pada badan pengadilan agama yang telah dirintis sejak awal hingga sampai saat ini yang telah menampakkan hasil yang patut disukuri dan harus diperlihatkan, bahkan ditingkatkan pada masa yang akan datang. Semoga kiat-kiat bapak bisa menular dan dilaksanakan oleh kejaksaan pada masa yang akan datang. Namun kunci keberhasilan, ide dan gagasan yang brilian itu, hemat kami harus terlebih dahulu di contohkan oleh para pemimpin dari top manajer sampai staf terbawah (pusat dan daerah)
Reply
 
 
# Orba Susilawati PAJT 2012-01-12 15:12
Bangga sekali pak, sederhana..."keteladanan"...tapi maknanya sangat dalam pak...tut wuri handayani juga ya pak.... :-)
Reply
 
 
# Uten@PA Barru 2012-01-12 15:16
Seperti inilah pimpinan yang diidamkan oleh semua orang. Watak dan karakter yang dimiliki oleh pak dirjen adalah watak dan karakter pemimpin sejati yang selalu memperhatikan dan menjadi tauladan bagi anak buahnya. Sukses n maju terus pak! Kami selalu mendukungmu.
Reply
 
 
# NurHamid@PA.Sjj 2012-01-12 15:53
Di peradilan agama, individu-individu yang memiliki prestasi atau kemampuan menonjol akan mendapat perhatian lebih. Pak Wahyu mengungkapkan, perhatian itu di antaranya diwujudkan dengan cara menarik mereka ke pusat, dilibatkan dalam tim khusus, atau difasilitasi untuk melanjutkan belajar ke luar negeri..... (sebuah tantangan dan keniscayaan), yuuuk...rame2 bikin prestasi!!!
Reply
 
 
# Indah-PA.Cjr 2012-01-12 16:04
Hal terindah adalah ketika kita dapat berbagi sesuatu untuk kebaikan kepada orang lain. Semoga apa yang Pak Dirjen berikan dapat bermanfaat bg yang menerimanya, dan jd motivasi bagi warga PA khususnya untuk lebih meningkatkan kinerja. Sukses selalu Pak Dirjen.
Reply
 
 
# Haeruddin PA. Tahuna 2012-01-12 16:05
satunya kata dan perbuatan itulah seorang pemimpin yang besar dicintai dan disegani oleh bawahan maju terus pak Dirjen....
Reply
 
 
# chazim m PA Surakarta 2012-01-12 16:20
inilah wujud "uswah hasanah" dari pak dirjen, tak perlu muluk-muluk, kiat terbaik dalam hidup tetaplah teladan yang baik dari para pimpinan...
Reply
 
 
# TPutri_C4J 2012-01-12 17:39
Terimakasih banyak Bapak telah bersedia meluangkan waktu untuk bertukar pengalaman dengan Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung.
Semoga semangat, keteladanan dan kebanggaan Bapak dan seluruh jajaran Badilag dapat menular. Sukses terus untuk kita semua.
Reply
 
 
# Rohman., pa semarang. 2012-01-12 18:49
apa yang dilakukan oleh pak Dirjen selama ini merupakan sebuah lompatan yang luar biasa untuk institusi Badilag, baik dalam reformasi kedalam dan maupun keluar dalam rangka menata sebuah institusi peradilan dalam dekade saat ini.sy kira sebagai warga Badilag kita wajib melanjutkan dan bisa menjadikan kita untuk lebih berprestasi dalam berkarya, beramal dan bekerja. syukron.
Reply
 
 
# khamiudin30@yahoo.co, PA Jember 2012-01-12 20:37
wahai catur wangsa (Hakim,Jaksa, Polisi & Pengacara) bangunlah keteladanan untuk dpt dihormati dan disegani siapapun, dimanapun.
Reply
 
 
# URAY GAPIMA APRIANTO,MH. PA SANGGAU 2012-01-13 07:18
Kami bangga dengan pimpinan seperti P Dirjen, orang sedikit bicara banyak bekerja, alhasil selama kepemimpinan beliau peradilan Agama menjadi maju dan insya Allah menjadi yang terdepan, Semoga dihari2 mendatang banyak bermunculan pimpinan seperti beliau. Amin.....
Reply
 
 
# Hermanto 2012-01-13 07:54
Pertama saya menyatakan senang dan bangga atas terpilihnya Pak Dirjen untuk mengisi acara "sharing" di korps kejaksaan agung. ini merupakan kebanggaan untuk kita semua tentunya sebagai warga peradilan agama, apa yang disampaikan Pak Dirjen tepat seperti apa yang beliau lakukan dan dipraktekan sehari-hari di kantor, keteladanan beliau menjadi magnet tersendiri untuk diikuti oleh para bawahannya juga warga peradilan agama. Inovasi, kreasi,terobosan2,cepat menangkap peluang, dan gaya kepemimpinan yang kalau boleh saya katakan ideal sebagai seorang pemimpin, maka tidak heran peradilan agama termasuk cepat untuk mengadakan "reformasi didalam tubuhnya". Mudah2an "sharing" ini juga membawa manfaat luar biasa untuk Kejagung.
Reply
 
 
# endang m, pta mataram 2012-01-13 08:17
Salut thd Kejagung. Mudah2an saja informasi2, pelajaran dan pengalaman yg diberikan Pak Dirjen Badilag itu kan menjadikan berkah buat warga kedua institusi ini .....
Reply
 
 
# Ali 2012-01-13 09:04
Pemimpin yang dilandasi dg keteladanan tak akan mengecewakan dan dikecewakan oleh bawahan.
Reply
 
 
# lilik muliana wk PA Prob 2012-01-13 09:38
Selamat dan sukses atas kepercayaan institusi diluar Pengadilan yg sgt apresiatif terhadap kinerja p. Dirjen hususnya Badilag smg hal ini menjadi pemicu lbh memperbaiki kinerja kt dan menjadi tauladan bg yg lain ...
Reply
 
 
# Moh Nur. PA.Tembilahan 2012-01-13 09:55
Di era reformasi birokrasi sekarang kita harus siap membuka diri dan mau "shering" dengan yang lebih berpengalaman, yang tidak mau akan ketinggalan. Karena saya ucapkan salut dengan institusi Kejaksaan Agung yang terus berbenah dan menggali ilmu bidang IT dengan Pak Dirjen Badilag. Selamat buat Pak Dirjen yang terus berbagi pengaman dan insya Allah Badilag akan lebih maju lagi, amin....
Reply
 
 
# achdan 2012-01-13 11:02
orang hebat memang orang yang bisa menghargai kelebihan orang lain ... kita juga mungkin banyak kelemahan2, mari kita lebih banyak belajar lagi untuk tidak cepat merasa puas ....bravo untuk keluarga besar badilag ...
Reply
 
 
# aha 2012-01-13 12:42
Setuju...............
jangan sampe bawahan udah kerja hingga larut malam, tak ada pujian dan senyuman
salah dikit dicaci maki..............
jadi malas deh.............
Reply
 
 
# Abd. Malik PA.Soe 2012-01-13 12:52
Yang penting siap menjadi "meneladani", agar tahap berikutnya dapat menjadi "teladan".
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-01-13 13:35
Pelajaran yg sangat berharga yg bisa dipetik dari prestasi Pak WW ini adalah mengajak kepada seluruh warga Peradilan Agama untuk menjadi teladan atau contoh.Banyak orang yg bisa memberi contoh tapi kurang sekali orang yg bisa menjadi contoh atau teladan,minimal bisa menjadi contoh di lingkungan masing2.Congratulation buat PAk WW atas penghormatan oleh Kejaksaan
Reply
 
 
# MUHDI KHOLIL PA KANGEAN 2012-01-13 13:46
KATA KUNCI DARI PENINGKATAN KINERJA BAWAHAN ADALAH KEPEMIMPINAN; DAN KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF DAN BAIK ADALAH KETELADANAN; JIKA PARA PEMIMPIN DI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA , MULAI DARI BADILAG, PTA DAN PENGADILAN AGAMA BISA MENJADI TELADAN SUNGGUH DAHYAT DAN HEBAT HASILNYA MENUJU PERADILAN AGAMA YANG AGUNG DI ERA " LAW AND SOCIAL CHANGES TO JUSTISE FOR ALL " SEMOGA .AMIN
Reply
 
 
# Djabir Sasole PA Ternate 2012-01-13 13:54
Saya bangga, instansi lain mau belajar dari Instansi kita. Itu artinya kita dianggap berhasil. Sekarang tugas kita mempertahankan dan meningkatkan apa yang selama ini dianggap berhasil oleh orang. Bravo untuk pak Dirjen....
Reply
 
 
# nasir Luwuk 2012-01-13 14:30
Saya bangga terhadap kenerja Bpk Dirjrn smg bapk tetap sht panjang umur shingga banyak mengukir sejarah Peradilan Agama.smg imej baik tetapkita jaga bersama.
Reply
 
 
# Fatimah, PA kgn 2012-01-13 14:54
Semoga Ilmu yang diberikan bapak Dirjen bermanfaat, demi terwujudnya reformasi birokrasi di negeri kita tercinta, Indonesia.
Reply
 
 
# aryani@kejagung 2012-01-13 15:49
Terimakasih atas kehadiran Pak Dirjen di Kejagung serta penulisan pengalaman sharing ini di laman Badilag. Bravo bagi warga Badilag yang memiliki Pimpinan teladan seperti pak Wahyu.
Reply
 
 
# honorer 2012-01-14 00:08
remunerasi??? reward or apapun itu tidak pernah saya dapatkan tuh!!! buka mata pak bila berbicara, bnyk honorer yg sudah bersusah payah mengembangkan IT namun boro2 reward, dilirik pun tidak, dan saya salah satunya!!
Reply
 
 
# fitri s 2012-01-15 14:55
Tidak gampang memang merubah image suatu lembaga pemerintahan. keteladanan dari atasan memang sangat penting, semoga kejaksaan dapat menjadi lebih baik dan kita (MARI dan pengadilan yang ada dibawahnya), terus berusaha menjadi lebih dan lebiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih baik lagi. :-)
Reply
 
 
# fitri s 2012-01-15 15:03
:-) Semoga Semua Kementrian/lembaga bisa menjadi lebih baik dan masyarakat dapat terlayani dengan baik juga. Kalo kata Satria Baja Hitam " Berubah"!,
Reply
 
 
# yuniati faizah PA Gunung Sugih 2012-01-15 19:01
Keteladanan dari pak Dirjen memang patut diapresiasi, karena beliau termasuk pimpinan yang langka. Penuh kharismatik dan mampu memberikan perubahan dengan inovasi-inovasi yang up to date. Selamat pak Dirjen, yang tidak hanya populer di lingkungan Mahkamah Agung saja, tetapi melebar ke Institusi lain...
Reply
 
 
# Suhadak Mataram 2012-01-16 07:18
Kata kuncinya adalah keteladanan, itulah mengapa Badilag dan Lingk. PA meningkat prestasinya. Perhatian khusus terhadap individu dan kelembagaan sering juga menjadi perhatian dari pak Dirjen. Alhasil Badilag sukses. Semoga terus meningkat amin.
Reply
 
 
# mashadi 2012-01-16 13:48
Saya baru kali ini mendengar ada pimpinan yang berani mengatakan bahwa, kunci dalam berinteraksi dengan bawahan adalah "keteladanan", Beliau adalah YTH. BAPAK DIRJEN BADILAG. Kata-kata itu laksana air embun di pagi yang cerah. Semoga Allah selalu menolong Bapak dalam tugas.
Reply
 
 
# Suhadak Mataram 2012-01-16 14:00
Sukses Badilag dalam percepatan RB. Siapa lagi kalau bukan pak Dirjen kebanggaan orang PA. Keteladanan, keramahan, motivasi dan perhatian beliau menjadi kunci sukses nya pak Dirjen dalam memimpin PA se Indonesia. Semoga th ini lebih baik dari th kemarin amin.
Reply
 
 
# M.A. Pamulutan- PA. Kerinci 2012-01-16 14:31
Selain keteladan, akan lebih paten lagi kalau ditambah prilaku "satunya kata dan perbuatan" pada diri setiap pemimpin.
Reply
 
 
# suryadi-PA Tondano 2012-01-16 14:40
manntaaabb....smoga pak Dirjen sht sll amin yra
Reply
 
 
# Suhadak Mataram 2012-01-17 11:11
Warga PA berterima kasih kepada Institusi dan Lembaga di Negeri ini dan Juga Lembaga di Luar Negeri terutama Australia yg memberi kepercayaan kepada orang Nomor 1 di PA yakni Dirjen Badilag MA, untuk mempresentasikan kunci keberhasilan RB MA umumnya dan PA khususnya. Keteladanan beliau, kekeluargaan, kebersamaan, motivasi, cepat tanggap dan perhatian beliau yg menjadikan semua sukses. smg beliau terus sehat dan panjang umur selalu bahagia dan sejahtera dg keluarga amin.
Reply
 
 
# rahman PA. Bungku 2012-01-17 11:14
trus berbuat yang terbaik dan berbagi pengalaman untuk badilag ...jgan cpat puass...tingkatkan truss
Reply
 
 
# Aboe_PA Baturaja 2012-01-17 12:24
Well done Sir. This is what we call "Do the best until the rest". I hope Indonesia especially MARI will get its glory. We are from Religious Court Institutions will keep trying to give our best supports. No matter what it takes.
Reply
 
 
# Tahrir-PA.Kebumen 2012-01-17 13:28
Uswah hasanah sekarang memang sesuatu yang mahal, tetapi manakala kita bisa menjalankan sebagai pribadi yang dapat dicontoh, Isnsya Alloh hasilnya akan juga sepadan dengan kemahalan uswah hasanah. Banyak berbuat dan sedikit bicara----apalagi hanya sekedar bicara teori------, tindakan nyata seperti yang selama ini dilakukan oleh Dirjen kita patut kita ikuti.
Reply
 
 
# abdul 2012-01-17 13:53
mudah2an pak Dirjen bisa ditambah masa baktinya di Peradilan Agama minimal satu tahun lagi. semoga PA lebih dihormati instansi lain
Reply
 
 
# Abdurrahman Alwi PA. Sengeti 2012-01-17 14:36
berbagi ilmu dan pengalaman adalah sedekah yang tiada ternilai harganya, semoga Allah memberikan pahala berlipat ganda untuk bapak dirjen, dan ilmu yang telah di share dapat diterapkan dalam upaya reformasi penegakan hukum khususnya di instansi kejaksaan
Reply
 
 
# @Lilikkecil_Badilag 2012-01-17 15:16
;-) Salut untuk Badilag dan seluruh Satker dibawah Peradilan Agama, dan Selamat untuk P' Dirjen atas keikhlasannya mencurahkan pikirannya dalam membesarkan dan mengharumkan Badilag,..
Mari teman2 kita sambut bersama dengan terus meningkatkan semangatnya karena Tindakan tanpa semangat, hasilnya akan minim, dan Bersemangatlah dengan disertai tindakan yg terencana...
"BRAVO"
Reply
 
 
# Yasmita. PA Cilegon 2012-01-17 16:31
Low Profil
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-01-17 16:57
.....bukan wujud hadiah yang diberikan, melainkan perhatian pimpinan terhadap bawahannya......setuju Pak, perhatian ysng diberikan ke bawahan merupakan pendekatan dari hati ke hati, dan ini akan abadi dirasakan nikmatnya oleh bawahan, jika dibadingkan dengan hadiah berupa harta saja. namun akan lebih baik, kalau pendekatan hati dan pendekatan harta sama-sama diberikan, insya allah akan terbentuk keluarga besar, yang saling menghargai dan mengerti kedudukan masing-masing. sebagaimana keakraban yang sedang dialami dan dirasakan oleh keluarga besar Peradilan Agama saat ini, baik yang jauh dengan pusat, apalagi yang dekat. semoga bisa dipertahankan keakraban ini.
Reply
 
 
# Imas M 2012-01-17 17:12
setujuuuuu pakkkkk, TELADAN ITU PENTING BANGET PAK..... Dan salah satunya adalah perhatian dari atasan ke bawahan dan yang pasti tidak memilah-milah mana PNS atau honorer, mereka bekerja untuk negara dan dibayar oleh negara juga.
Reply
 
 
# h.masruri, plk 2012-01-17 18:44
Saya setuju bahwa keteladanan yang akan dicontoh oleh bawahan. Meski mungkin Menjadi TELADAN memang tidak gampang, harus konsisten, jujur, apa adanya, satunya kata dan perbuatan, ikhlas, tidak cari muka dll. Tetapi orang lain bisa kenapa kita tidak, mungkin belum mau atau belum mencoba. mari kita mulai dari sekarang, semoga kita semua sukses, amin.
Reply
 
 
# Dalih Effendy PA.Krw 2012-01-19 09:08
"SAYA SEMAKIN TAKUT KEHILANGAN PAK DIRJEN"
Apresiasi luar biasa buat pak Dirjen, ada beberapa rekan dari lingkungan Kejaksaan menyampaikan apresiasi yang sangat mengharukan kepada saya tentang sosok pak Dirjen, ternyata orang " Agama " sudah jauh lebih maju bukan cuma profesionalitasnya, integritasnya, namun manajerialnya yang berbasis teknologi informasi sungguh luar biasa, itu ungkap mereka. DAN SAYA BERPIKIR KALO PAK WAHYU INI SUDAH PENSIUN SIAPA PENGGANTINYA, ADAKAH KADER YANG DIDIDIK SEKELAS DENGAN PAK DIRJEN YANG SEKARANG. Wallahu a'lam.
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-01-19 20:33
Kalau beliau dicari orang, kenapa orang PA tidak memanfaatkannya sebaik dan secepat mungkin, karena kebangkitan itu terkadang sebentar, lalu setelah itu ..... , memble, contoh Pola Bindalmin, tapi semoga kita bertekad untuk terus berjuang demi peradilan dan PA khususnya, kami di dfaerah sudah siap. Karena itu setiap pimpinan harus punya inovasi ..... ok !
Reply
 
 
# Mulyadi Pamili, Gorontalo 2012-01-24 08:15
Keteladan menjadi kunci penting dalam menggapai kesuksesan Badilag dalam menjalankan program kerjanya dalam memberikan pelayan kepada masyarakat....
Reply
 
 
# Alimuddin M. Mataram 2012-01-25 09:19
Uswatun Hasanah adalah bahasa alqura'an. itu artinya bahwa keteladanan itu sangat penting, karena sangat efektif untuk mengubah prilaku negatif ke positif. tapi itu berlaku bagi orang yang hatinya terbuka untuk menerima kebaikan. bagi yang hatinya membatu, semoga Allah SWT mencairkannya sehingga bisa menerima uswah hasanah dari manapun, tidak sekedar kata saja. amin!
Reply
 
 
# Zulkifli ujung tanjung 2012-01-25 10:24
Saya sependapat bahwa keteladanan dan unwah sangat diperlukan di sebuah lembaga, karena dg keteladanan akan melahirkan sebuah kharismatik,kemudian yang terpenting jg adalah selalu memberikan perhatian dan penghargaan walaupun itu berupa bhs yg santun dan indah, dan itu sudah menyenangkan bg yg berkarya..Pak Dirjen selalu memberikan perhatian dan penghargaan kepada yg berprestasi, harapannya smg kt sukses selalu...Aamin.
Reply
 
 
# TFery 2012-01-25 11:19
Keteladanan,disiplin,rendah hati dan kerja keras harus dijunjung seorang pemimpin sehingga bawahan dapat mecontahkan mana mana yang baik&tidak baik,pemimpin juga harus melihat dan mengontrol bawahan sehingga bawahan rasa simpatik dan hormat
Reply
 
 
# Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH. PA Banyuwangi. 2012-01-27 09:47
Ilmu yg manfaat akan menjadi amal jariyah, semoga Gorup Adiyaksa mampu meneladani leadership yg dicontohkan oleh Ust.Wahyu...
Reply
 
 
# Darul Fadli - PA Muara Sabak 2012-01-30 11:54
Bangga bahwa Peradilan Agama melalui jendela Direktorat Jendral-nya menjadi refferensi/ rujukan instansi lain selevel kejaksaan. Rrruar biasa..! dan semoga transfer ilmu ini dapat bermanfaat serta menjadi kendaraan menuju Kejaksaan yang Agung di masa depan..
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS