Rabu, 16 April 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Diklat Hakim Ekonomi Syari'ah Tahun 2014 | (16/4)
PENGUMUMAN : Ralat Perubahan Tempat Kegiatan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan II tahun 2014 | (15/04)
PENGUMUMAN : Permohonan Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun 2014|(14/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Administrasi Peradilan Agama Angkatan II | (11/4)

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Pemantapan Kode Etik dan Perilaku Hakim Dari Komisi Yudisial | (11/4)
PENGUMUMAN : Format BAS dan Putusan | (8/4)

PENGUMUMAN : Hasil Rapat Pimpinan dan TPM Mahkamah Agung RI | (8/4)
PENGUMUMAN : Penulisan Nama, NIP dan Tempat/Tanggal Lahir dalam Aplikasi SIMPEG Online | (1/4)
PENGUMUMAN : Optimalisasi Aplikasi SIADPTA Plus | (27/3)

PENGUMUMAN : Verifikasi dan Validasi Data Kepegawaian 2014 | (21/03)
VIDEO : Kuliah Berseri Peradilan Agama -- Seri 4 | (21/03)
PENGUMUMAN : Usulan Rencana Kinerja Tahunan DIPA 04 Ditjen Badilag | (21/03)
VIDEO: Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 3 | (17/3)
PENGUMUMAN :
Pemanggilan Peserta Sosialisasi Hukum Acara Ekonomi Syariah (KHAES) | (17/3)
PENGUMUMAN : Pembaharuan Data SDM Berbahasa Asing | (17/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Workshop Bagi Hakim Pengadilan Agama | (14/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Orientasi Peningkatan Tenaga Teknis Pemberkasan Perkara Kasasi/PK di Bandar Lampung | (14/3)
SURAT EDARAN : Pemberitahuan (PENIPUAN) | (14/3)




Tambahkan ke Google Reader
Stop Surat Kaleng, MA Mulai Buka Pengaduan via SMS (3/1) PDF Cetak E-mail
Oleh Hermansyah   
Selasa, 03 Januari 2012 17:10

Stop Surat Kaleng, MA Mulai Buka Pengaduan via SMS

Jakarta l Badilag.net

Anda melihat rekan kerja Anda melakukan tindakan yang menyimpang tapi Anda segan melaporkannya? Atau Anda tahu atasan Anda melanggar peraturan perundang-undangan tapi Anda takut melaporkannya?

Tak usah bingung. Ambil HP Anda. Buka fasilitas SMS. Ketiklah Nama Anda#NIP#Satker#Ibu Kota Propinsi#Nama Terlapor#Isi Pengaduan. Jika sudah selesai, kirim SMS itu ke nomor 0852 824 90900.

Layanan pengaduan lewat SMS ini telah dibuka sejak 27 Desember 2011, tepat ketika Ketua Mahkamah Agung RI Harifin A Tumpa mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 216/KMA/SK/XII/2011 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Melalui Pesan Singkat (SMS).

Dengan SK itu, Ketua MA memberi lampu hijau kepada aparat peradilan, baik yang bekerja di MA maupun di empat lingkungan peradilan di bawahnya, untuk menyampaikan pengaduan menggunakan SMS.

Ketua MA menyatakan, layanan pengaduan via SMS ini dibuka karena pada umumnya aparat peradilan tidak mau atau tidak berani menyampaikan laporan atau pengaduan disebabkan oleh perasaan takut atau segan kepada atasan dan aparat di satuan kerjanya.

Adapun yang dapat dilaporkan adalah penyalahgunaan wewenang, pelanggaran peraturan perundang-undangan dan/atau pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku.

Lalu, setelah Anda mengirim SMS berisi pengaduan, apa yang akan terjadi?

Di Jakarta, ada satuan tugas (satgas) yang memantau SMS pengaduan Anda. Satgas ini dibentuk oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI.

Setelah menerima SMS pengaduan, anggota satgas akan mengecek data kepegawaian Anda. Jika memang identitas yang Anda ketik di SMS itu valid, anggota satgas akan menghubungi Anda.

Melalui gagang telpon, anggota satgas akan mengonfirmasi hal-hal yang Anda adukan. Anggota satgas juga akan menggali informasi-informasi lain dan berbagai bukti yang dapat mendukung laporan Anda.

Anggota satgas kemudian segera melaporkan hasil konfirmasi kepada Kepala Badan Pengawasan. Laporan itu disertai dengan pendapat: apakah pengaduan Anda perlu ditindaklanjuti atau tidak.

Jika Kepala Badan Pengawasan berpendapat pengaduan Anda perlu ditindaklanjuti, Kepala Badan Pengawasan lantas membentuk Tim Pemeriksa dan mengeluarkan surat tugas untuk menindaklanjuti pengaduan Anda.

Atau, dalam kondisi tertentu, bisa juga Kepala Badan Pengawasan terlebih dahulu memohon kepada pimpinan MA untuk membentuk Tim Pemeriksa, sesuai ketentuan Surat Keputusan Ketua MA Nomor 076/KMA/SK/VI/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Penanganan Pengaduan.

Setelah itu, apa yang akan terjadi?

Tenang. Pengaduan Anda dijamin kerahasiaannya. Proses penanganannya disamakan dengan penanganan pengaduan yang tidak diketahui pengirimnya. Ya, SMS Anda disetarakan dengan surat kaleng.

Anggota satgas diwajibkan merahasiakan identitas Anda. Jadi, kecuali anggota satgas, tak ada pihak manapun yang mengetahui identitas Anda. Anggota satgas yang melanggar kewajiban ini bakal dikenai sanksi.

Oya, dalam rangka menjaga kerahasiaan identitas Anda, maka hasil pemeriksaan atau klarifikasi terhadap Anda tidak dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.

Selain itu, Anda juga perlu tahu, apapun yang Anda adukan tidak dijadikan sebagai dasar dan perimbangan dalam menyimpulkan terbukti tidaknya hal yang Anda adukan.

Lha terus, bagaimana dong? Apa yang Anda sampaikan dalam pengaduan itu hanya bernilai sebagai informasi awal bagi Tim Pemeriksa. Dengan informasi awal itulah Tim Pemeriksa kemudian mencari bukti-bukti perihal aduan Anda.

So, masih segan dan takutkah Anda mengirim SMS pengaduan?

(hermansyah)

TanggalViewsComments
Total550327
Rab. 1620
Sel. 1530
Sen. 1420
Ming. 1340
Sab. 1250
Jum. 1110
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Masrinedi-PA. Painan 2012-01-03 18:32
Ini satu lagi sarana yang disediakan MA.RI untuk Layanan pengaduan lewat SMS. Semoga sarana ini efektif dan selektif didalam mempergunakan dan meindaklanjuti sms yang isinya berupa pengaduan. Semoga sarana ini menjadi sarana Alarm buat kita warga Badilag untuk bersikap dan bertindak dengan hati-hati sesuai aturan. Semoga efektif. AMin !
Reply
 
 
# hendri arpianda - PTA. PALEMBANG 2012-01-30 11:33
Sangat mendukung sekali dengan layanan ini karna bisa ikut berpartisipasi memberikan pengawasan terhadap para pejabat - pejabat yang menyimpang,supaya terhujud nya misi dan visi MA - RI .
Reply
 
 
# Abd. Malik PA.Soe 2012-01-04 06:51
Dengan dibukanya SMS pengaduan, jangan dijadikan sarana untuk mengintip kesalahan seseorang untuk diadukan, tapi jadilah orang yang tidak akan pernah diadukan akibat melakukan kesalahan.
Reply
 
 
# H.Abd.Rasyid A, MH.PA-Mr. 2012-01-04 07:07
Surat Keputusan Nomor 216/KMA/SK/XII/2011 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Melalui Pesan Singkat (SMS)yang dikeluarkan Ketua Mahkamah Agung RI Harifin A Tumpa kemudian ditindaklanjuti dg penyediaan layanan via SMS, disamping untuk menghindari "SURAT KALENG" yg kadang beraroma fitnah, juga menunjukkan keseriusan KMA untuk melakukan reformasi birokrasi di lingkungan Mahkamah Agung. Layanan pengaduan via SMS ini baiknya tidak hanya diperuntukkan kepada warga peradilan saja, tp jg kepada publik...
Reply
 
 
# wahyu setiyawan 2012-01-04 08:04
Saya sangat setuju sekali dengan langkah yang dilakukan oleh MA, namun perlu juga diperhatikan, kita jangan asal mengirimkan sms pengaduan bukan karena adanya pelanggaran namun karena merasa tidak suka dengan pegawai/pejabat tertentu dengan maksud untuk menjatuhkan dia. :roll:
Reply
 
 
# Wachid@PA Sm 2012-01-04 08:52
Sms pengaduan lebih elegan daripada surat kaleng, karena identitas pengirim diketahui dan isinya dapat dikonfirmasi kepada pengrim. Namun masih perlu dibuat mekanisme sebagai antisipasi agar Bawas tidak kebanjiran sms "fitnah", semacam sanksi berefek jera bagi pengirim sms yang isinya hanya "fitnah".
Reply
 
 
# subhan. PA. Kuningan 2012-01-04 08:54
subhanallah.langkah yang ajib.
Reply
 
 
# H.AM hsb sidikalang 2012-01-04 09:31
Lebih mudah dan akurat itulah kesan kami.Semoga dengan pengaduan SMS yang diluncurkan, para pengawas atau siapapun lebih berani mengawasi apareatnya atau atasannya,yang melanggar peraturan, tetapi yang lebih penting menjaga penyebaran Fitnah dengan mencantumkan nama dan kota pelapor serta oknum terlapor, Bravo
Reply
 
 
# Jannah PA Poso 2012-01-04 09:34
Ini merupakan sarana sangat cepat untuk melaporkan hal-hal yang kurang baik dalam pelayanan masyarakat tentunya, karena saat ini hampir semua masyrakat menggunakan handphone,disisi lain kita harus sadari bahwa pengawasan dan kontrol yang baik juga tidak terlepas dari semua. Tidak akan ada pengaduan jika kita benar2 bekerja pada koridor yang sdh ditetapkan penuh keikhlasan dan percaya diri.
Reply
 
 
# Ahmad, PA.MTR 2012-01-04 09:58
yang penting laporan atau pengaduan apapun namanya semata-semata demi kebaikan Lembaga peradilan yang agung ini, tdk ada unsur iri, dengki, fitnah, hasut dll. kami sangat mendukung dan salut dengan program ini, semoga menjadi kebaikan kita semua aminnnnn...
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-01-04 10:04
Mudah2an Wadah pengaduan berupa SMS yg dibuat oleh MA RI tidak disalah manfaatkan untuk memfitnah orang lain,tetapi wadah ini benar2 dimanfatkan untuk perubahan yg kerahasiannya jauh lebih terjamin,aman dan akuntabel.
Reply
 
 
# Chrisnayeti, Badilag 2012-01-04 10:23
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Alhamdulillah berarti kita semakin maju. Dengan sarana murah, mudah dan cepat bisa sampai pada tempat yang tepat. Tapi juga kita harus ingat jangan kebablasan jangan asal SMS hanya tuk jatuhkan orang lain ya...
Reply
 
 
# Rosmadi 2012-01-04 10:26
Semoga menjadi sarana yang efektif tuk dapat mengawasi aparatur peradilan yang nakal....
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-01-04 10:36
inovasi yang perlu diacungi jempol, dan didukung oleh semua pihak, mudah-mudahan pengaduan yang disampaikan semuanya positif dan membawa berkah bagi semua pihak. selamat buat MARI.
Reply
 
 
# Agfa - PA. Rangkasbitung 2012-01-04 13:00
Bagus sih, cuma dalam pikiran ada sedikit wanti-wanti, jangan sampai ketika pintu pengaduan dibuka lebar malah menjadi kebablasan, sehingga sesama rekan sejawat jadi saling curiga dan memata-matai. Mudah2an hal-hal yg masih bisa diselesaikan secara interen tidak diblow up hanya karena ada maksud2 lain.
Reply
 
 
# Ali Mhtrm @PA-Tj. Redeb 2012-01-04 14:16
Memang sistem pelaporan modern dibutuhkan metode singkat, cepat dan tanggap. Sistem pengaduan melalui sms ini kiranya nanti bisa memaksimalkan sistem pengawasan terbuka secara cepat dan tanggap. Ini merupakan langkah positif.
Cuma apakah tarif sms yang dipakai, menggunakan tarif sms premium atau sms biasa? :-?
Reply
 
 
# Haeruddin PA. Tahuna 2012-01-05 07:46
semoga sarana pengaduan ini dpt berjalan sesuai dgn maksud dan tuannya bukan malah saling menjatuhkan karena ada maksud lain..
Reply
 
 
# Nurmadi Rasyid pa bkl 2012-01-05 08:24
mudah-mudah tidak disalah gunakan, kami sangaat mendukung sekali,demi tegaknya reformasi birokrasi pada MA.RI, terima kasih.
Reply
 
 
# Nursal-PA Muara Bungo 2012-01-05 08:30
semoga apa yang diharapkan oleh MA dan kita semua dapat tercapai, amn
Reply
 
 
# abdul halim PA.GS 2012-01-05 08:40
Semoga sistem pelaporan yang terbaru tersebut dpt meningkatkan kesadaran bagi para aparat bhw siapapun tdk terlepas dr pengawasan orang-orang disekitarnya shg tidak terjadi "orang yang baik takut kepada orang yg melanggar kebaikan", shg pada akhirnya nanti reformasi birokrasi dapat mencapai hasil maksimal.
Reply
 
 
# Syeh Sarip H, M.HI 2012-01-05 08:53
Dengan adanya penyediaan layanan via SMS ini semoga meminimalisir terjadinya penyalagunaan Kewenangan/Amanat yang diberikan dan kami juga berharap ini bisa dijalankan dengan maksimal tentunya tidak disalah gunakan bagi orang yang tidak bertanggungjawab.
Reply
 
 
# Iskandar Raja, BADILAG 2012-01-05 10:14
Sarana paling tepat untuk memperlihat secara benar dan keberanian mengemukakan fakta laporan, semoga yang berkepentingan menindak lanjuti amin.
Reply
 
 
# Syekh Sanusi-Jakbar 2012-01-05 11:13
sesuatu yang baik juga perlu disampaikan agar para juragan kita di MA tau...bahwa banyak hakim yang berbobot tapi tidak terpublikasikan. mksh sekali tuh idenya. slmt dan sukses
Reply
 
 
# NANU-Kotamobagu 2012-06-11 16:42
Alhamdulillh, sarana ini adalah merupakan WASKAT bagi kita warga peradilan, dan tentunya hal-hal yang diadukan nantinya BAWASlah yang akan memilah dan memilih......se7 pak n trims
Reply
 
 
# RANDA 2012-06-18 10:22
apa anggota satgas itu benar2bisa bekerja secara profesional? bagaimana kalau ternyata yang diadukan itu ternyata saudara sendiri atau saudara pejabat? karena maaf saat ini sangat sulit bisa mempercayai orang terutama yang menyangkut masalah hukum...
Reply
 
 
# ACO 2013-04-15 11:36
Pengaduan sms ini sangat baik agar MA dapat mengontrol setiap permasalahan yg ada PTA,dan agar karyawan,karyawati diPTA juga tidak segan melapor apa2 yang terjadi PTA masing-masing
Reply
 
 
# # NURAINI PN.Lubuk Basung 2013-10-08 08:40
Terima Kasih atas layanan pengaduanny MA.RI
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 1026 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS